Samsat Desa Perlu Diperkenalkan ke Publik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Samsat Desa Perlu Diperkenalkan ke Publik

Samsat Desa Perlu Diperkenalkan ke Publik
Foto Samsat Desa Perlu Diperkenalkan ke Publik

DIRLANTAS Polda Aceh, Kombes Pol Guritno Wibowo, bersama Asisten III SetdaAceh Kamaruddin Andalah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin, dan Kepala Kantor Cabang PT Jasa Raharja Banda Aceh, Herry, pekan lalu melakukan kunjungan kerja bersama ke kantor-kantor Samsat yang terdapat di wilayah pantai utara dan timur Aceh. Selama tiga hari, Kamis (30/3) sampai Sabtu (1/4), tim mengunjungi kantor Samsat Sigli (Pidie), Meureudu (Pijay), Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Idi (Aceh Timur), Kota Langsa, dan Kuala Simpang (Aceh Tamiang).

Misi kunjungan kerja bersama ketiga pejabat itu adalah untuk monitoring, serta evaluasi prasarana dan sarana pendukung operasional Kantor Samsat yang dimiliki masing-masing daerah. Hal ini dalam rangka persiapan pelaksanaan program Elektronik Registrasi dan Indentifikasi (ERI) untuk menuju e-Samsat Nasional.

Program ini akan dilaunching Koorlantas Pusat dalam waktu dekat ini, sekaligus memperkenalkan program Samsat Desa kepada publik.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Guritno Wibowo mengatakan, hal yang paling penting diperhatikan dalam pelaksanaan program adalah, kekompakan antar intansi dan personil yang terlibat di dalamnya. “Kalau pembina, penanggung jawab, dan personel bersama operator di dalamnya, dari atas sampai bawah, sudah solid dan satu kata, maka program yang akan dijalankan pasti akan sukses,” ujarnya.

Karena itu, kata Guritno, ia sangat mendukung ketika Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin SE MSi Ak mengajaknya bersama Kepala Cabang PT Jasa Raharja mensosialisasikan program Samsat Desa kepada masyarakat. Sekaligus memonitoring dan evaluasi pelayanan pembayaran pajak kenderaan di Kantor Samsat Kabupaten/Kota.

“Dari hasil kunjungan kerja ke wilayah pantai timur dan utara Aceh itu, banyak hal masukan yang kita dapatkan dari personel Samsat maupun masyarakat,” kata Guritno.

Di antaranya, tambah Dirlantas, saat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin menawarkan Samsat Desa kepada masyarakat di Pasar Desa Meureudu, Pijay, banyak yang mendukungnya, termasuk camat dan kepala desa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, para wajib pajak menganggap loket yang harus dikunjungi masyarakat untuk membayar pajak kenderaan masih tergolong banyak. “Harusnya dua saja. Yaitu loket penyerahan berkas dan pemeriksaan berkas satu loket, meski petugasnya ada dua orang. Kemudian loket pembayaran pajak kenderaan, pengesahan dan penyerahan nota pajak juga satu loket,” ungkap Guritno.

Menurutnya, beberapa Kantor Samsat sudah memberlakukan sistem dua loket seperti yang diinginkan wajib pajak, tapi masih ada beberapa Kantor Samsat belum menyatukannya. Dengan hanya dua loket pelayanan, waktu pelayanan menjadi singkat, yaitu hanya 3-5 menit per orang.

Tim juga menemukan beberapa permasalahan teknis di beberapa kantor Samsat yang dikunjungi. Seperti perangkat kerja, seperti alat print nota pajak sudah tidak bekerja dengan baik, sehingga perlu diganti baru. Selain itu, pengelolaan arsip pajak dan kenderaan di Kantor Samsat, rata-rata belum standar dan ada yang masih belum teratur disimpan dalam gudang arsip.

Selanjutnya, banyak plat BL yang sudah dicetak, belum diserahkan petugas kepada pemilik kenderaan yang telah membayar, menumpuk di gudang tempat penyimpanannya. Harusnya, petugas mengumumkan di ruang tunggu pembayaran pajak kenderaan atau mengantar ke tempat tinggal pemilik plat BL jika alamatnya tidak jauh dari Kantor Samsat.

Kemudian, gedung kantor Samsat yang digunakan di beberapa kabupaten/kota masih menggunakan gedung lama, sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi wajib pajak. “Tapi secara umum, pelayanan yang diberikan petugas kepada wajib pajak sudah berjalan sesuai prosedur,” tutur Guritno.(***) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id