Jadikan Wajib Pajak sebagai “Raja” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jadikan Wajib Pajak sebagai “Raja”

Jadikan Wajib Pajak sebagai “Raja”
Foto Jadikan Wajib Pajak sebagai “Raja”

BADAN Pengelolaan Keuangan Aceh, pada tahun ini akan memperkenalkan program Kantor Samsat Desa kepada publik. Sistem pelayanan Kantor Samsat Desa, sama dengan sistem pelayanan pembayaran pajak kenderaan di mobil-mobil Samsat yang sudah berjalan selama ini, di sejumlah pasar-pasar kecamatan di kabupaten/kota.

Bedanya, kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin, kalau Mobil Samsat, hadir satu hari di hari pekan di Pasar Kecamatan. Sedangkan Samsat Desa, bukanya enam hari, mulai Senin sampai Sabtu dan jam kerjanya sama seperti jam Kantor Pemerintah. Lokasinya di Kantor Desa yang berada di pusat pasar kecamatan.

Ide program pembukaan Kantor Samsat Desa, menurut Jamaluddin, didasari oleh keinginan mendekatkan dan memudahkan wajib pajak/masyarakat untuk membayar pajak kenderaan bermotor tahunan yang sudah jatuh tempo. Sedangkan untuk perpanjangan STNK dan plat BL, tetap di Kantor Samsat kabupaten/kota.

Menurut Jamaluddin, di negara-negara maju yang penerimaan negaranya sangat bergantung kepada pembayaran pajak, wajib pajak dilayani seperti raja. Dibuatkan tempat yang bagus dan nyaman, karena dia sudah menunaikan kewajibannya tepat waktu.

Sementara uang pajak kenderaan yang dibayar wajib di kantor Samsat Desa, Mobil Samsat, dan Kantor Samsat kabupaten/kota, digunakan untuk pembiayan berbagai program pembangunan. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, pendidikan, rumah sakit, rumah sekolah, sampai kepada bantuan untuk pesantren dan rumah ibadah.

“Wajib pajak itu bagian dari pahlawan pembangunan. Atas pembayaran pajak kenderaannya itu, roda pembangunan Pemerintah Aceh bisa berjalan,” ujar Jamaluddin.

Ia menambahkan, setelah Aceh tidak lagi menerima dana otsus pada tahun 2028, maka uang dari pajak kenderaan bermotor dan pajak lainnya akan menjadi andalan untuk membiayai pembangunan berbagai bidang kehidupan, termasuk perbaikan jaringan irigasi, rumah sekolah, dayah, rumah ibadah, termasuk pembiayaan untuk pembangunan rumah dhuafa yang telah berjalan selama ini.

“Uang pajak kenderaan juga akan kita gunakan untuk melanjutkan bantuan pembiayaan pendikan bagi anak yatim piatu, untuk biaya berobat gratis di rumah sakit, puskesmas seperti yang telah berjalan selama melalui program JKRA dan beasiswa mahasiswa,” kata Jamaluddin.

Karena itu, lanjut Jamaluddin, fasilitas pembayaran pajak kendaraan ini harus memberikan kenyamanan dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Sehingga akan mengugah kesadaran masyarakat, bahwa selain sebagai kewajiban, uang pajak kenderaan yang dibayarnya tepat waktu setiap tahun, memberikan peran penting bagi kelanjutan pembangunan di Aceh.

Apalagi saat ini Aceh masih sangat membutuhkan dana yang besar untuk menghadirkan berbagai fasilitas umum dan sosial yang representatif agar masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman menggunakannya. “Karena itu, kita perlu memberikan kenyamanan yang tinggi kepada wajib pajak,” pungkas Jamaluddin. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id