PN Buka Segel Bank Aceh Cabang Sabang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PN Buka Segel Bank Aceh Cabang Sabang

Foto PN Buka Segel Bank Aceh Cabang Sabang

* Kembalikan Uang Nasabah

SABANG – Pengadilan Negeri (PN) Sabang, Senin (7/3) sore kemarin membuka kembali segel di Kantor Bank Aceh Cabang Kota Sabang. Pembukaan segel itu dilakukan setelah pihak Bank Aceh memenuhi putusan Mahkamah Agung (MA), dengan mengembalikan uang tabungan penggugat beserta bunganya.

Prosesi pembukaan segel stiker bertuliskan ‘Bangunan ini Disita oleh Pengadilan Negeri Sabang’sekitar pukul 16.45 WIB itu dilakukan oleh juru sita PN Sabang, Haris Silaban dan Panitera Zulfikaruddin. Ikut disaksikan oleh Kepala Bank Aceh Cabang Sabang, T Nasrullah beserta sejumlah karyawan.

Sementara pihak penggugat tidak terlihat di lokasi. Padahal sebelumnya saat sita eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri Sabang, penggugat bersama pengacara dan karyawan usaha dodol ikut hadir menyaksikan.

Sebelum segel dibuka terlebih dulu pihak Bank dan pihak Pengadilan Negeri menadatangani berita acara serah terima pembayaran uang tabungan penggugat (nasabah). Penandatanganan dan stempel berita acara tersebut berlangsung di ruang kerja Pimpinan Bank Aceh Cabang Sabang. Awalnya pihak PN meminta pihak Bank Aceh membuka segel itu, namun setelah ditelepon kembali, maka pihak PN datang ke lokasi untuk membuka segel dimaksud itu.

Panitera PN Sabang, Zulfikaruddin yang ditemui Serambi di lokasi, mengatakan, dibukanya kembali segel bangunan Kantor Bank Aceh Cabang Sabang itu, dilakukan setelah pihak Bank memenuhi putusan MA, yaitu mengembalikan uang nasabah sesuai dengan putusan MA. “Uang nasabah itu dikembalikan melalui rekening PN via BRI. Besok pukul 09.00 WIB uang tersebut ditransfer oleh tergugat,” kata Zulfikaruddin.

Sekretaris Bank Aceh Pusat, Amal Hasan yang dihubungi dari Sabang, sore kemarin mengatakan, penyelesaian sengketa itu ditandai dengan pegembalian uang tabungan penggugat melalui rekening PN Sabang.

Begitupun, pihak Bank kini masih menunggu proses hukum lainnya yaitu peninjauan kembali (PK). Yang pasti, kata Amal Hasan, penyegelan kantor Bank Aceh Cabang Sabang yang dilakukan oleh pihak PN Sabang, Kamis (3/3) pekan lalu itu membuktikan bahwa tidak ada hubungannya dengan operasional dan pelayanan nasabah.

Ditegaskan, pelaksanaan putusan MA itu tidak menggugurkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) yang telah diajukan oleh Bank Aceh. “Kami berharap semua pihak dapat menghormati hak dan upaya hukum yang dilakukan oleh Bank. Dan tentunya semua harus taat kepada putusan akhir atas PK tersebut,”ujar Amal Hasan.

Sementara Kuasa Hukum Penggugat Syamsul Rizal SH, yang dihubungi via telpon sore kemarin mengakui sudah menerima informasi dibukanya segel bangunan Kantor Bank Aceh Cabang Sabang oleh PN Sabang. Begitupun, pihaknya mengakui belum tahu berapa uang uang tabungan penggugat yang dikembalikan pihak Bank Aceh itu.

Kuasa Hukum PT Bank Aceh, Darwis SH sore kemarin juga menyatakan menyurati Mahkamah Agung (MA) terkait penyitaan tersebut pada Senin (7/3). Kata Darwis, sebelum dilakukan penyitaan pihaknya telah mengajukan permohonan penundaan eksekusi kepada Ketua Pengadilan Negeri Sabang. Sebab, perkara perdata itu sedang dalam proses peninjauan kembali (PK).

Menurut Darwis, ada beberapa hal yang tidak patut dalam sita eksekusi. Di antaranya objek yang disita adalah kekayaan negara yang dalam hal ini juga kekayaan daerah. “Karena gedung Bank Aceh yaitu dua pintu toko yang terletak di Jalan Perdangan Kota Sabang sertifikasi hak guna bangunan nomor 123 adalah milik Pemkot Sabang,” katanya.(az/mas) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id