Harga Bunga Anggrek Capai Rp 1 Juta | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Harga Bunga Anggrek Capai Rp 1 Juta

Harga Bunga Anggrek Capai Rp 1 Juta
Foto Harga Bunga Anggrek Capai Rp 1 Juta

* Hasil Budidaya Warga Takengon

TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah menyimpan sejumlah potensi alam yang layak untuk dikembangkan. Daerah yang berada di kawasan Dataran Tinggi Gayo (DTG) bukan hanya kopi menjadi komoditi unggulan. Tapi masih ada beberapa potensi lain yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya budidaya bunga anggrek yang dijual mulai Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta.

Pemilik budidaya bunga anggrek di Kampung Paya Tumpi, Kota Takengon, Nurdin mengakui bahwa Kabupaten Aceh Tengah, memiliki ratusan jenis bunga anggrek. Bahkan tanaman hias yang dikembangkan sudah dipasok hampir ke seluruh nusantara. “Mungkin hanya ke Papua saja yang tidak pernah saya kirim,” kata Nurdin yang ditemui Serambi di lokasi budidaya bunga anggrek di Kampung Paya Tumpi, Kota Takengon, Minggu (2/4).

Awalnya, Nurdin ditemani sang istri Wurriyanti hanya iseng menanam bunga anggrek di halaman belakang rumahnya. Bunga bunga tersebut, mereka ambil dari lahan lahan hutan yang telah ditebang untuk dijadikan kebun. “Daripada mati, jadi kami bawa pulang ke rumah untuk ditanam kembali. Ternyata, semakin hari semakin tertarik membudidayakan anggrek ini,” tuturnya.

Alhasil, Nurdin dan sang istri Wurriyanti, sejak tahun 2010 mulai serius melakoni untuk mengembangkan bunga anggrek. Bahkan saat ini, di halaman belakang rumahnya, terlihat beragam jenis bunga anggrek tertata rapi. Sebagian sudah mulai berbunga, dan sebagian lagi masih dalam proses pengembangan. “Harganya bervariasi, mulai dari yang Rp 50 ribu, sampai dengan Rp 1 juta juga ada,” ujarnya.

Tanaman hias ini, masih jarang dilirik di daerah berhawa sejuk itu, lantaran dianggap tidak memberikan efek besar dari sisi ekonomi. Padahal, bunga anggrek dari Kota Takengon itu, sudah dipasok hingga ke sebagian besar daerah di Indonesia. “Untuk Aceh Tengah saja, mungkin ada ratusan jenis bunga anggrek. Belum lagi dari daerah lain,” kata Ketua DPP Asosiasi Pecinta Tanaman (Aspita) Aceh, Asrida.

Menurut Asrida, melihat perkembangan budidaya tanaman hias bunga anggrek di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah, potensinya cukup besar karena bisa menjadi nilai tambah ekonomi bagi keluarga. “Hanya saja, sekarang pengembangan tanaman hias ini, dilakukan secara otodidak,” tutur Asrida.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada kerjasama dengan pemerintah daerah serta dinas terkait, guna mengupayakan budidaya tersebut dengan cara menggunakan teknologi. “Kalau otodidak, kan membutuhkan waktu lama. Jadi, kami dari Aspita, mencoba untuk mencari cara bagaimana agar budidaya bunga anggrek ini, dengan teknologi. Tentu, butuh bantuan dari pihak terkait,” ujarnya.

Disisi lain, bumi Serambi Mekkah ini, menyimpan beragam kekayaan serta bermacam tanaman yang layak untuk dikembangkan. Termasuk, bunga anggrek yang jenisnya mencapai ratusan. “Ada satu jenis bungga anggrek yang hanya ditemui di kawasan Papua. Tetapi, justru belakangan jenis anggrek itu, ada juga di Aceh,” ungkap Asrida.(my) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id