Ghazali Abbas Minta Kemenkeu Koreksi Dana Wali Nanggroe | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ghazali Abbas Minta Kemenkeu Koreksi Dana Wali Nanggroe

Foto Ghazali Abbas Minta Kemenkeu Koreksi Dana Wali Nanggroe

JAKARTA – Senator Aceh Ghazali Abbas Adan meminta pihak Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan mengoreksi penggunaan keuangan lembaga Wali Nanggroe. Ghazali berpendapat, alokasi dana lembaga Wali Nanggroe ilegal, karena qanun lembaga Wali Nanggroe belum disahkan oleh Kemendagri.

Permintaan Ghazali Abbas itu disampaikan dalam rapat kerja Komite IV DPD RI dengan Derjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan Ditjen Perimbangan Keuangan Depkeu, di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/3).

Ghazali juga mempersoalkan dana sejumlah Rp 100 miliar bagi pembangunan istana Wali Nanggroe yang disebutnya sebagai “abal-abal.” Ghazali menyindir besarnya dana yang masuk ke Aceh, tapi Aceh tetap miskin.

“Khusus ke Aceh berkarung-karung tiap tahun dikirim dana dari pusat dengan sebutan macam-macam nomenklatur. Tapi faktanya Aceh saat ini menempati ranking ke 6 paling miskin di Indonesia dan ranking ke 2 paling miskin di Sumatera,” tujas Ghazali Abbas.

Dalam kesempatan itu Ghazali secara khusus mengingatkan setiap rupiah APBD/APBN harus dikelola secara transparan dan akuntabel untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Selanjutnya, mantan Abang Jakarta ini juga mempertanyakan Kemendagri agar meneliti mata anggaran untuk BUMD Aceh yang terbukti selama ini tidak memberi kontribusi bagi PAD dan dana yang gelontorkan selama ini habis untuk biaya pengurus BUMD itu.

Sebaliknya Ghazali memberi apresiasi dan mendukung kebijakan Kemenkeu yang meningkatkan dana bagi hasil (DBH) beberapa komoditas untuk daerah, di antaranya kehutanan dan pertambangan.(fik) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id