Publik Menunggu Siapa Dalang Kasus Peunaron | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Publik Menunggu Siapa Dalang Kasus Peunaron

Publik Menunggu Siapa Dalang Kasus Peunaron
Foto Publik Menunggu Siapa Dalang Kasus Peunaron

Harian Serambi Indonesia edisi kemarin mewartakan babak baru pengungkapan kasus penembakan dua warga Peunaron, Aceh Timur, pada 5 Maret 2017. Tiba-tiba saja seorang pria berinisial AI (31) yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar buronan aparat kepolisian, menyerahkan diri ke Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam Iskandar Muda pada Kamis, 30 Maret 2017.

Ia berterus terang ikut terlibat dalam aksi penembakan yang melukai Juman dan Misno, dua warga Gampong Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. Juman yang merupakan kader Partai Nasional Aceh (PNA) terkena tembakan di tengkuknya. Sedangkan Misno yang bertetangga dengan Jumat terkena tembakan di perutnya saat mengintip dari jendela ketika para pelaku melepaskan tembakan membabi buta ke arah rumah tetangganya.

AI tercatat sebagai warga Dusun Payakumbuh Mane, Desa Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Saat menyerah, ia juga menyerahkan sepucuk senjata api laras panjang plus satu magasin dan 20 butir amunisi aktif berkaliber 5,56 mm.

Dengan menyerahnya AI, hingga kini sudah tiga tersangka yang ditahan polisi. Dua lainnya yang duluan diciduk polisi berinisial AR (31), warga Desa Kabu, Kecamatan Peureulak Barat dan MD (30) penduduk Desa Beurandang, Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur. Selain itu masih ada dua tersangka lainnya yg masih diuber aparat dan sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni C dan Z.

Kita sampaikan apresiasi yang tinggi kepada aparat kepolisian yang dalam waktu kurang dari tiga minggu berhasil mengungkap dan menciduk sebagian pelaku. Kita juga menyampaikan salut kepada Denintel Kodam Iskandar Muda yang berhasil menjalin kontak dan meyakinkan AI selaku salah seorang tersangka yang awalnya tak teridentifikasi untuk menyerah ke Kodam Iskandar Muda. Kodam kemudian menyerahkan tersangka kepada Polda Aceh untuk diproses secara hukum. Ini sebuah sinergi antarlembaga penjaga keamanan yang pantas diacungi jempol.

Tapi di luar semua keberhasilan itu, jajaran Polda Aceh perlu tetap ingat bahwa ada hal yang sangat ingin diketahui oleh publik di Aceh, yakni siapa dalang penembakan itu sebenarnya apa motifnya?

Bagaimanapun, karena Juman merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) untuk pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah dan pasangan Nek Tu, maka aroma politik di balik kasus penembakan ini masih sangat terasa, sekalipun ada pihak yang berupaya membantahnya.

Dengan demikian, tugas penting pihak kepolisian lainnya adalah meringkus secepatnya dua tersangka yang kini buron (C dan Z), lalu mengungkap secara detail apa motif penembakan saat dini hari itu sesungguhnya. Publik tentunya sangat menunggu siapa dalang atau actor intellectualis penembakan itu. Pihak Polda harus mengumumkannya secara terbuka. Kalau ternyata aksi itu benar ada kaitannya dengan pilkada yang sebetulnya sudah berlangsung aman dan lancar, ini sangat kita sesalkan. Bahkan sangat pantas kita kecam kalau ternyata pihak yang merancang aksi penembakan itu adalah mereka yang kecewa karena tak bisa menerima kekalahan dalam ajang pilkada. Nah?! (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id