Taman Krueng Neng tak Terawat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Taman Krueng Neng tak Terawat

Taman Krueng Neng tak Terawat
Foto Taman Krueng Neng tak Terawat

BANDA ACEH – Taman Krueng Neng yang berada di tepi sungai Gampong Lamjamee, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, saat ini tidak terawat. Akibatnya taman yang sedianya memiliki fasilitas lengkap itu menjadi sepi dari pengunjung.

Amatan Serambi kemarin di lokasi, taman itu sudah mulai ditumbuhi rerumputan, termasuk pada celah-celah paving block. Selain itu, lampu penerangan pada taman tersebut sudah banyak yang tidak menyala.

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST kepada Serambi mengatakan, Taman Krueng Neng yang dibangun dengan anggaran mencapai miliaran rupiah itu kondisi memprihatinkan, tidak lagi seperti idealnya sebuah taman kota. Padahal keberadaan taman itu menjadi taman terbuka hijau alternatif bagi warga kota.

Menurutnya, karena taman sudah ditumbuh ilalang dan gelap gulita pada malam hari, maka sangat rawan dijadikan sebagai tempat maksiat. Karena itu, Irwansyah meminta kepada dinas terkait, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan (LHKK) Banda Aceh agar serius dalam mengurus taman itu, salah satunya dengan melakukan penghijauan kembali. “Taman ini harus dikelola seperti taman lain yang sudah ada di Banda Aceh,” ujarnya kemarin.

Kepada dinas terkait ia menyarankan agar taman itu ditetapkan pengelola, petugas kebersihan, hingga petugas keamanan secara khusus. Agar mereka dapat mengelola taman secara profesional, sehingga taman itu kembali diminati warga. Ia mengusulkan agar masyarakat gampong setempat juga dilibatkan dalam pengelolaan taman tersebut.

Ia menambahkan, kondisi taman itu yang tidak terawat memang ironi, sebab saat ini Pemko Banda Aceh sedang gencar memperluas area terbuka hijau. Namun justru dengan tidak terawatnya taman itu mengurangi area terbuka hijau dan pemerintah terkesan tidak serius.

Semnetara itu, Kepala Dinas LHKK, T Samsuar yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, selama ini taman itu tetap mendapat perawatan dari petugas. Tapi karena petugas pengelola taman dan hutan kota di Banda Aceh sangat terbatas, maka mereka belum bisa berada setiap saat di taman itu.

Sedangkan terkait kondisi penerangan taman yang mulai rusak, T Samsuar mengatakan, ia akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk membantu penerangan. Misalnya ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh atau melalui aspirasi Anggota DPRA.

Sedangkan terkait usulan taman dikelola dengan melibatkan pihak gampong, menurutnya, pihak dinas harus menggelar rapat dulu agar dapat mempertimbangankan segala dampak yang mungkin terjadi.(mun) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id