Langsa Darurat Narkoba | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Langsa Darurat Narkoba

Langsa Darurat Narkoba
Foto Langsa Darurat Narkoba

LANGSA – Kepala BNN Kota Langsa AKBP Navri Yulenny SH MH mengatakan, saat ini Kota Langsa mengalami darurat narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba-red) berbahaya. Langsa mneduduki ranking pertama dalam pengungkapan kasus narkoba di Aceh.

Hal itu disampaikan AKBP Navri Yulenny, di sela penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Fakultas Hukum Universitas Samudera dengan BNN dan DPC Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Kota Langsa.

Penandatangan tersebut berlangsung di Fakultas Hukum setempat, Kamis (30/3) sore, dilakukan Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudera Langsa, Dr Iman Jauhari, Ketua Granat Kota Langsa, Islamsyah ST, dan disaksikan dosen, mahasiswa pihak terkait lainnya.

Menurut Kepala BNN Kota Langsa, apabila tidak ada tindakan cepat dalam penanganan dan memusnahkan peredaran narkoba ini, Indonesia di ambang kehancuran melalui serangan narkoba yang terus mengancam kehidupan masyarakat.

“Peredaran narkoba telah merambah berbagai lapisan masyarakat di hampir seluruh Negara Indonesia ini. Pelaku menjadikan sekolah, universitas, dan penjara sebagai target empuk untuk melakukan peredaran narkoba ini,” ujarnya.

Bahkan, timpal AKBP Navry Yuleny, peredaran itu juga tidak memandang usia, status, jenis kelamin, dan pekerjaan. Sehingga perlu adanya upaya serius dalam melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia.

Menurutnya, sekarang sedang perang tanpa wujud, yaitu itu perang candu dan berbagai jenis narkoba lainnya. Bagaimana nasib bangsa ini ke depan jika generasi penerus bangsa sudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba tersebut.

Kepala BNN Kota Langsa berharap dengan adanya kerja sama pemberantasan narkoba dengan Fakultas Hukum Universitas Samudera dengan BNN dan DPC Granat ini, akan terus menambah dan meningkatkan pemahaman maupun pengetahuan tentang dampak serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudera, Dr Iman Jauhari, menyatakan dukungan penuh dan siap bekerja sama dengan BNN dan Granat mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat.

Pihaknya berharap kerja sama yang telah terjalin itu dapat memperluas sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di dunia pendidikan sekaligus untuk meningkatkan Tri Darma Fakultas Hukum.(zb) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id