Medan Kuasai Pasar Kopi Gayo | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Medan Kuasai Pasar Kopi Gayo

Medan Kuasai Pasar Kopi Gayo
Foto Medan Kuasai Pasar Kopi Gayo

* Nasional dan Luar Negeri

REDELONG – Perdagangan kopi Arabika Gayo masih dikuasai para pemain besar di Medan, Sumatera Utara (Sumut) sebagai jalur pemasaran nasional dan ekspor ke luar negeri. Para pedagang besar kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadikan Medan sebagai pintu pasar sejak beberapa dekade terakhir ini.

Zainuddin, salah seorang tauke besar kopi Arabika, Jumat (31/3) menyatakan sebagian besar kopi masih dikirim ke Medan. “Medan tetap menjadi jalur pemasaran kopi Arabika Gayo, karena Provinsi Aceh belum memberikan kemudahan dan fasilitas dalam pengiriman kopi ke nusantara dan juga luar negeri,” jelasnya.

Dia mengakui hanya sebagai pemasok kopi ke pebisnis Medan, sedangkan pemasaran ke daerah lain di Indonesia dan juga luar negeri dilakukan langsung pelaku bisnis di Medan, tanpa melibatkan pihaknya. “Kami hanya mengumpulkan dan memasok kopi saja ke Medan, tidak lebih dari itu, “ terang Zainuddin.

Dia mengungkapkan pengiriman kopi Gayo dalam satu paket bisa mencapai beberapa ton gabah kopi dari seorang tauke besar, tetapi tergantung dari kondisi cuaca juga. “Kalau sedang musim hujan, pengiriman bisa berkurang, karena kadar air masih tinggi, sehingga harus melalui proses penjemuran lagi dengan sinar matahari,” katanya.

Disebutkan, pada musim kemarau pengiriman kopi bisa mencapai 5 ton lebih dalam satu paket, sedangkan, pada musim hujan, pengiriman kopi dengan kualitas ekspor hanya berkisar di bawah 5 ton. Dijelaskan kopi yang sudah berbentuk green bean atau biji hijau dari pedagang pengumpul atau petani dihargai antara Rp 54 ribu sampai Rp 56 ribu per kg.

“Kami menjual kembali ke Medan antara Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kg.” ujarnya. Dia menambahkan kopi gelondongan yang dibeli dari pengumpul dan petani antara Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per kaleng. Dia berharap, produksi kopi terus meningkat, sehingga pasokan kopi ke Medan tetap normal, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Data tak Ada
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Bener Meriah, Syaifuddin yang ditemui secara terisah mengatakan jumlah pasokan kopi yang dikirim ke luar daerah tidak diketahui dengan rinci. “Kami tidak mempunyai data terkait jumlah dari kopi yang keluar dari Bener Meriah, karena sepsifikasi kopi dikeluarkan pihak provinsi dan kami tidak berwenang,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya hanya melakukan koordinasi dengan para eksportir kopi untuk mengetahui berapa jumlah yang dikirim ke luar negeri. Namun, kata dia, eksportir selalu menyembunyikan atau tidak transparan dalam memberikan data yang pasti tentang jumlah kopi yang dikirim ke luar daerah dan luar negeri.

“Bisa saja, karena persaingan bisnis antara para pedagang, sehingga mereka cenderung tidak memberikan informasi secara benar,” sebutnya. Dia menyatakan akan terus berupaya mengetahui jumlah kopi yang dibawa keluar dari Bener Meriah, sehingga dapat diketahui jumlah produksi sebenarnya dari para petani.(c51)

pasar kopi
* Pedagang pengumpul
* Para petani
* Tauke besar kumpulkan
* Kirim ke pebisnis Medan
* Kirim ke seluruh Indonesia
* Ekspor ke luar negeri (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id