LP Kelas II A Banda Aceh Digeledah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

LP Kelas II A Banda Aceh Digeledah

Foto LP Kelas II A Banda Aceh Digeledah

* Faisal dan Lima Napi Berada di Luar Lapas

JANTHO – Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh, Suwandi SH MH memimpin penggeledahan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banda Aceh, Senin (7/3) pukul 20.30 WIB. Inspeksi mendadak (sidak) ke LP itu melibatkan 150 personel dari rutan dan cabang rutan di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tiba di LP yang berlokasi di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar itu, petugas menggeledah 56 kamar, dan penghuninya diminta ke luar satu persatu. Petugas membongkar isi kamar mulai dari lemari, tempat tidur, hingga kotak bungkusan yang ada di setiap kamar.

Hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah benda tajam, uang tunai, hanphone, kompor gas, dan alat mencurigakan lainnya. Petugas juga menemukan uang tunai ratusan ribu rupiah di beberapa kamar napi. Bahkan di kamar 20, petugas menemukan uang tunai Rp 10 juta milik seorang napi di kamar itu.

Kepada Serambi, Suwandi mengatakan sidak itu merupakan yang pertama dalam tahun ini. Sidak dilakukan atas arahan Menteri Hukum dan HAM yang mengintruksikan penggeledahan diintensifkan di setiap rutan dan lapas di seluruh Indonesia. “Penggeledahan ini bukan karena indikasi tertentu, ini murni instruksi menteri. Kami hanya menjalankan tugas, jika nanti dari polisi, TNI, maupun BNN, mau sidak silakan saja memeriksa,” katanya.

Amatan Serambi, terdapat banyak kerancuan di setiap kamar lapas yang digeledah petugas, mulai dari tampilan kamar yang berbeda, serta berbagai fasilitas yang ada. Kepala LP Kelas II A Banda Aceh, Djoko Setianto mengatakan, pihaknya akan menertibkan lapas mulai dari tata kamar, fasilitas, hingga benda-benda yang dilarang. “Banyak hal yang perlu dibenahi di lapas ini. Saya baru tiga bulan lebih menjabat Kalapas, kami akan benahi satu persatu,” ujarnya.

Sementara saat ditanyai tentang enam narapidana yang kabur dari lapas yaitu Mekkial bin Hasan Basri, Chen Piau alias Faruk, Abdul Salam bin Zamzah, Irwan Yuda Prawira alias si Wan Pom, Mukhtar Lian, dan Rasyidin bin Harun alias Abu Sumatera, Djoko Setianto mengakui hal itu. “Dari enam orang itu, cuma Mukhtar Lian yang ada di kamarnya Nomor 39. Sedangkan lima lainnya hingga saat ini masih dikejar,” ujar Djoko.

Sedangkan bos narkoba asal Bireuen, Faisal, dilaporkan sedang berada di luar lapas karena ayah kandungnya meninggal dunia. “Faisal sudah meminta izin pada kami tadi sore, ayah kandungnya meninggal dan saat ini dia berada di Bireuen. Izin kami berikan dua hari saja,” kata Djoko.(fit) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id