Masyarakat Harus Waspadai Gula Ilegal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Masyarakat Harus Waspadai Gula Ilegal

Masyarakat Harus Waspadai Gula Ilegal
Foto Masyarakat Harus Waspadai Gula Ilegal

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (APEGTI) Aceh, HM Masri Kaum mengatakan, masyarakat harus mewaspadai perdedaran gula illegal di Provinsi Aceh. Ia khawatir di samping melanggar hukum, gula illegal yang dikonsumsi dalam jangka panjang akan merusak kesehatan masyarakat. Hal itu dikatakan, HM Masri Kaum dalam kunjungan ke Newsroom Harian Serambi Indonesia, Jumat (31/3).

Masri Kaum mengatakan, meskipun gula termasuk dalam kategori barang dagangan yang diatur pemerintah, namun, setelah diserahkan ke mekanisme pasar, sehingga terjadi persaingan bebas seperti barang-barang lainnya, siapun boleh memperdagangkan gula, akibatnya, pengaturan distribusi gula yang aman, legal dengan harga terjangkau semakin sulit.

Disamping itu, banyak pedagang yang bermain curang dalam perdagangan dengan berbagai modus seperti mencampur gula yang dijual dengan gula illegal, pencampuran gula industri dengan gula konsumsi dan berbagai modus lainnya. Gula ilegal itu dijual di bawah harga pasar. Sama seperti di wilayah lain, Masri Kaum mengaku sangat sulit menertibkan perdagangan gula di Aceh. Karena jumlah pedagang sangat banyak dan memiliki modal yang besar serta mampu menimbun gula dalam jumlah banyak, sehingga gula hilang di pasar.

Akibatnya, terjadi krisis gula, dan mereka memanfaatkan situasi itu dengan mancampur gula (mix) antara gula konsumsi dengan gula industri, dan dijual dengan harga murah. Seperti diketahui, harga gula untuk industri jauh lebih murah dari harga gula konsumsi, sehingga menguntungkan bila dicampur. “Sulit menertibkan perdagangan gula di pasar-pasar seluruh Aceh,” ujar HM Masri Kaum.

Meskipun sulit, katanya, APEGTI Aceh akan berusaha menjalankan perdagangan gula secara sehat, aman dan merata di seluruh Aceh. Untuk itu, ia akan bertekad membentuk tim terpadu kerjasama dengan seluruh komponen, baik dengan Pemerintah Aceh, Perum Bulog, Kepolisian, Disperindag Aceh untuk mengontrol peredaran gula tersebut. “Kita sedang berusaha membentuk tim terpadu untuk memantau perdagangan dan peredaran gula di Aceh,” ujar HM Masri Kaum.

Pun begitu, sangat sulit mendekteksi antara gula yang sehat (higenis) dengan gula tidak higenis, karena dari aspek warna, gula ilegal itu berwarna putih, bahkan lebih putih dari gula legal. Namun, dari segi tekstur, gula industri memiliki ukuran kristal yang halus. Cara mendeteksi lain, adalah dengan memantau harga jual. Biasanya, gula ilegal ini dijual murah, bahkan di bawah harga pasar. “Biasanya gula campuran itu dijual murah, di bawah harga pasar. Kalau, kondisi seperti, dikuatirkan gula tersebut sudah dioplos, “ ujar HM Masri Kaum.

Pemimpin Perusahaan (PP) Harian Serambi Indonesia, Mohd Din me‘minta, agar APEGTI Aceh dapat mengatur perdagangan gula di pasaran Aceh sehingga tidak merugikan konsumen. Dalam dialog itu, Mohd Din didampingi Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali dan Asisten Manajer Iklan Serambi Indonesia, Kurniadi Hasan. Sedangkan dari DPP APEGTI Aceh ikut hadir Sekretaris Chairul Muslim, Wakil Ketua Baihaqi, Bendahara Anisullah dan Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Distribusi dan Penyaluran, Dyki Arya.(min) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id