Polisi Selidiki Kasus Ikan dan Udang Mati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Selidiki Kasus Ikan dan Udang Mati

Polisi Selidiki Kasus Ikan dan Udang Mati
Foto Polisi Selidiki Kasus Ikan dan Udang Mati

* KLH Bawa Sampel Air ke Banda Aceh

LHOKSEUMAWE – Satreskrim Polres Lhokseumawe akan mengusut kasus ikan dan udang yang mati di alur dan tambak warga Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Pada Jumat (31/3) pagi, penyidik turun ke lokasi untuk memintai keterangan pemilik tambak dan mengambil sampel air.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE mengatakan, sejauh ini belum dipastikan penyebab ikan dan udang di tambak warga mati. Pihaknya telah mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratoirum. “Dugaan sementara ini, ikan dan udang mati karena air tercemar,” ungkapnya.

Sementara pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Aceh Utara, Kamis (30/3) malam, juga sudah turun ke Bangka Jaya. Petugas mengambil sampel air dan malam itu langsung dibawa ke Banda Aceh untuk diperiksa di laboratorium.

“Paling cepat dua minggu sudah ada hasil, sehingga bisa diketahui racun apa yang terkandung dalam air yang menyebabkan ikan dan udang mati. Saatsudah ada hasil pemeriksaan laboratorium, akan kami umumkan racun apa saja yang terkandung di air tersebut,” kata Sekretaris Dinas KLH Aceh Utara, Nur Aina.

Sementara Dedi, petani tambak di Bangka Jaya yang ditanyai Serambi mengatakan, sampai Jumat siang masih ada ikan di tambak dan alur yang mati. “Warga masih tetap mengumpulkan ikan dan udang yang mati,” katanya.

Untuk diketahui, ribuan ikan dan udang di dalam tambak warga dan alur Desa Bangka Jaya mati. Kejadian ini sudah berlangsung sejak Rabu (29/3). Warga menduga hal ini bisa terjadi akibat air di alur tersebut sudah tercemar limbah.(bah) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id