Lima WNA Divonis 8 Bulan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lima WNA Divonis 8 Bulan

Lima WNA Divonis 8 Bulan
Foto Lima WNA Divonis 8 Bulan

* Terbukti Melanggar UU Keimigrasian

MEULABOH – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Aceh Barat menjatuhi hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan terhadap lima terdakwa warga negara asing (WNA) asal Cina dan Malaysia dalam kasus pidana Undang-undang Keimigrasian pada sidang penutup, Jumat (31/3).

Vonis hakim kemarin lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 12 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sidang kemarin dimulai pukul 15.30 WIB dipimpin Ketua Majelis Hakim M Tahir SH dengan anggota Teuku Latiful SH dan M Al-Qudri SH.

Sementara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mawardi SH, Faizah SH dan Dedek Sumartha Suir SH. Sedangkan terdakwa yang duduk di kursi persakitan yakni Fu Limin (China), Zhang Weixin (China), Fu Shenqi (China), Tang Xu (China) dan Choi Sau Cheong (Malaysia).

Hakim dalam amar putusan menjelaskan bahwa terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hakim menyebutkan perbuatan terdakwa melanggar UU Keimigrasian terkait izin tinggal di Indonesia. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa masih mempunyai tanggungan di negaranya.

Hakim menyatakan kelima terdakwa terbukti meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja atau melakukan kegiatan tidak sesuai terkait izin tinggal yang diberikan kepadanya. Pelanggaran pidana itu dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dakwaan penuntut umum Pasal 122 huruf (a) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Menjatuhi pidana penjara terhadap terdakwa masing-masing delapan bulan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan. Memerintahkan terdakwa tetap ditahan. Barang bukti akan digunakan untuk perkara dua pelaku lainnya,” ujar hakim ketua.

Seperti diberitakan, petugas Imigrasi Meulaboh bersama Tim Pengawasan Orang Asing mengamankan lima WNA asal Tiongkok saat sedang bekerja merakit kapal pengeruk emas di kawasan Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat pada 3 November 2016 silam.

WNA tersebut diamankan karena melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal. Pihak Imigrasi kembali mengembangkan kasus tersebut dan menetapkan dua tersangka lainnya yakni Edi Ratna dan Fandrik selaku pejabat dari PT Rezeki Sungaimas, perusahaan yang mempekerjakan kelima WNA tersebut.

Banding dan Pikir-pikir
Kelima terdakwa menyatakan banding atas amar putusan hakim dengan pertimbangan bahwa mereka sengaja datang ke Indonesia karena didatangkan oleh perusahaan PT Rezeki Sungaimas dengan janji akan diurus visa. Tetapi beberapa waktu kemudian mereka ditangkap. Karenanya, para terdakwa merasa telah ditipu oleh perusahaan tersebut. Sementara JPU dalam kesempatan tersebut menyatakan pikir-pikir.(riz) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id