Tolak Ruslan, 26 Sagoe Usul Khalidi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tolak Ruslan, 26 Sagoe Usul Khalidi

Foto Tolak Ruslan, 26 Sagoe Usul Khalidi

BANDA ACEH – Sebanyak 26 dari 33 pengurus Sagoe Partai Aceh (PA) di Wilayah Batee Iliek, Bireuen, menyatakan menolak Ruslan M Daud dan mengusul Khalidi sebagai bakal calon (balon) bupati Kabupaten Bireuen periode 2017-2022. Usulan yang disampaikan secara tertulis dan dibubuhi tanda tangan para ketua sagoe itu diantarkan langsung ke Kantor DPA PA di Batoh, Banda Aceh, Senin (7/3).

Koordinator Sagoe, Idris Taleb alias Apa Rih Juli mengatakan, alasan pihaknya tidak lagi mendukung Ruslan M Daud karena merasa kecewa dengan gaya kepemimpinannya. Dia menilai, kepemimpinan Ruslan sudah tidak sejalan lagi dengan titah perjuangan, salah satunya kurang peduli dengan anak yatim dan keluarga korban konflik.

“Selama ini, setiap meugang kami selalu bagi uang untuk anak yatim dan keluarga korban konflik. Tapi selama Ruslan menjadi bupati tidak pernah lagi kami bagi uang untuk anak yatim dan keluarga korban konflik,” katanya usai menyerahkan usulan mereka kepada Juru Bicara DPA PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung.

Menurutnya, selama ini Pemkab Bireuen sudah membatasi pemberian bantuan untuk anak yatim. Anak yatim yang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah hanya yang masih duduk di bangku SMP, sedangkan SMA tidak lagi. Hal ini, kata Apa Rih Juli, berbeda dengan pemberian pihaknya yang tidak membatasi usia, kecuali sudah menikah.

Selain itu, Ruslan sebagai Bupati Bireuen dari Partai Aceh juga dinilai gagal dalam membesarkan partai. Menurutnya, pada pileg 2009 Partai Aceh memperoleh 24 kursi di DPRK Bireuen, tapi hasil pileg 2014 hanya mendapat 13 kursi. “Jika pemerintah sekarang, baik bupati maupun gubernur yang tidak berpikir untuk PA, maka dia harus pindah dari Partai Aceh,” katanya.

Karena itu, Apa Rih Juli meminta kepada Ketua DPA PA, Muzakir Manaf alias Mualem untuk menerima usulan pihaknya yang mengusul Khalidi sebagai balon bupati Bireuen. Dia mengatakan, selama ini pihaknya merasa tersingkir dengan sikap Pemkab Bireuen.

“Mohon kepada Mualem, ambil kami di dalam lembah neraka yang ada di Kabupaten Bireuen. Ini yang perlu saya tekankan kepada Mualem. Jika Mualem punya pilihan lain, jangan pilih Ruslan M Daud, kalau yang lain silahkan,” pungkas Wakil Panglima Daerah II Bate Iliek ini.

Sementara Juru Bicara DPA PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung mengatakan tetap akan menampung usulan tersebut untuk disampaikan kepada pimpinan partai. Sebab semua keputusan tetap berada pada ketua partai yaitu Mualem. “Nanti Ketua Umum (DPA PA) Mualem dan pengurus partai akan berkoordinasi ke wilayah juga,” katanya.(mas) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id