Kejari Sita Damkar Rp 17,5 M | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kejari Sita Damkar Rp 17,5 M

Foto Kejari Sita Damkar Rp 17,5 M

BANDA ACEH – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menyita satu mobil pemadam kebakaran (damkar) canggih milik Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang terparkir di Kantor Pemadam Kebakaran, Jalan Soekarno-Hatta, Lamteumen Banda Aceh, Senin (7/3). Mobil damkar seharga Rp 17,5 miliar disita sebagai barang bukti atas kasus dugaan mark-up pada pengadaannya.

Amatan Serambi, penyitaan yang dipimpin Kajari Banda Aceh, Husni Thamrin SH MH dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung singkat. Sebelum mobil tersebut disegel oleh petugas penyidik, terlebih dahulu Kejari melakukan konferensi pers. “Kami Kejaksaan Negeri Banda Aceh melaksanakan penetapan pengadilan terhadap penyitaan satu unit damkar dalam kasus perkara dugaan mark-up dalam pengadaannya,” katanya.

Penyitaan tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil supervisi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Dia menjelaskan, pengadaan armada tersebut dilakukan oleh Pemerintah Aceh pada 2014 untuk dihibahkan ke Pemko Banda Aceh. Ternyata dalam proses pengadaannya terjadi dugaan tindak pidana korupsi. “Hari ini kami melaksanakan tugas kenegaraan untuk melakukan penyitaan itu,” ujarnya.

Meski menyita, namun mobil damkar canggih tersebut tetap diparkirkan di Kantor Pemadam Kebakaran. Alasannya, karena Kejari Banda Aceh tidak memiliki lahan parkir yang luas untuk memarkirkan mobil seharga Rp 17,5 miliar ini. “Apabila BPBD Banda Aceh ingin meminjam pakai mobil damkar itu, maka harus melakukan permohonan pinjam pakai kepada kita. Nanti kita akan mempertimbangkan apa alasan pemakaiannya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengadaan itu berawal dari permintaan Wali Kota Banda Aceh ke Gubernur Aceh untuk mengadakan satu unit mobil damkar dengan spesifikasi yang diajukan yakni Fire Ladder Cella ALP 295 merek Ladder Cella standar Italia dengan pagu Rp 17,5 miliar. Permohonan itu disetujui Gubernur Aceh. Proses pelelangannya diumumkan melalui LPSE pada 21 Maret 2014 dan dimenangkan oleh PT Dhezan Karya Perdana dengan nilai kontrak Rp 16,8 miliar.

Sementara chasis damkar Volvo, tangga everdigm dirakit oleh karoseri PT Asnita selaku rekanan Feridome (Korea Selatan) di Indonesia. “Terhadap pelaksanaan pengadaan tersebut diduga telah menyimpang dari spesifikasi, karena tidak sesuai dengan ketentuan,” kata Husni Thamren.

Menurutnya, dalam spesifikasi pengadaanya chasis damkar tangga standar Eropa ini adalah built up (satu paket standar Eropa) dengan spesifikasi penggerak (6×4), wheel base (4500 mm), cabin (single cabin), mesin (6cyl), turbo sharge, dan displacement min 12.419 cm. Selain itu, tenaga maksimal (480 HP pada minimal 1700-1900 rpm), torsi maksimal (2.300 nm at 1000-14000 rpm), GVW (33.000 kg), system rem dilengkapi fitur ABS dan ASR), transmisi semi automatis, standar emisi (euro 3), steering (power steering), dan baterai 24 v.

Kemarin Kajari Banda Aceh, Husni Thamrin juga menyebutkan dalam perkara tersebut telah menetapkan sepuluh orang tersangka, seorang di antaranya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga sekretaris DPKKA saat itu, SM. Sayangnya, Kajari Husni enggan menyebutkan nama-nama tersangka tersebut. “Hingga saat ini para tersangka belum ditahan,” tambah Husni Thamrin.

Terkait dugaan kerugian negara atas perkara itu, Kajari Banda Aceh mengatakan masih menunggu perhitungan oleh KPK. Namun, kata Husni, untuk selanjutnya pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut dengan memeriksa pihak perusahaan distributor mobil damkar itu. “Insyaallah dalam waktu dekat sudah ada titik terang,” kata dia. (mas) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id