Selama PIN, Ditargetkan 95 Persen Balita Divaksin | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selama PIN, Ditargetkan 95 Persen Balita Divaksin

Foto Selama PIN, Ditargetkan 95 Persen Balita Divaksin

BANDA ACEH – Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016, 8-15 Maret 2016, menargetkan akan mampu memberi vaksin imunisasi terhadap 95 persen balita dari jumlah keseluruhan, jumlah target tersebut termasuk di Banda Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Banda Aceh, Dr Media Yulizar MPH menyampaikan hal ini dalam Talkshow Interaktif dengan tema “Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional 2016”, Senin (7/3) di Radio Serambi FM 90,2 Mhz. Selain dr Media, juga hadir sebagai narasumber, Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Aceh, dr T.M Thaib M.Kes Sp.A(K).

“Kami sudah melakukan persiapan dengan matang, mulai membangun koordinasi dengan pihak provinsi hingga sosialisasi dengan puskesmas serta masyarakat, agar ikut berpartisipasi dalam pekan imunisasi ini,” ujar Media, kemarin.

Media mengatakan, PIN akan dilaksanakan di 11 puskesmas dalam Kota Banda Aceh, serta puluhan Posyandu di tingkat gampong. Bahkan, lanjutnya, untuk memudahkan masyarakat menjangkau tempat imunisasi, Dinkes Banda Aceh juga membuka pos di Suzuya Mall, sehingga di Kota Banda Aceh terdapat 162 pos pemberian vaksin imunisasi.

Sedangkan pencanangan PIN di Banda Aceh, akan digelar hari ini di Masjid Baitu Mukminin Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’auddin Djamal.

Ia menambahkan, dalam pemberian vaksin imunisasi dengan ketentuan, yakni anak yang berusia 0-59 bulan. Namun anak yang sedang mengalami diare, demam, serta pengidap HIV/AIDS akan ditunda pemberian vaksin hingga yang bersangkutan sembuh.

“Sedangkan bagi balita yang sudah pernah diimunisasi tetap boleh melakukan imunasi lagi, karena imunisasi kali ini menggunakan vaksin tetes, bukan injeksi atau suntik. Bahkan kami menargetkan di Banda Aceh akan selesai selama tiga hari, sebab tidak ada kawasan yang sulit ditempuh,” tandas Media Yulizar.

Sementara itu, dr TM Thaib mengatakan, karena vaksin kali ini menggunakan sistem tetes, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi kejadian ikutan setelah imunisasi. Ia mengingatkan, agar menghindari pemberian vaksin sangat kondisi anak sedang lemah, misalnya demam dan diare. (mun) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id