MK Diminta Jangan Abaikan UUPA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MK Diminta Jangan Abaikan UUPA

MK Diminta Jangan Abaikan UUPA
Foto MK Diminta Jangan Abaikan UUPA

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh meminta Mahkamah Konstitusi (MK) agar mengabaikan Undang Undang Pilkada dalam mengambil putusan dismissal gugatan pilkada Aceh pada Selasa, 4 April mendatang. MK harus mengakui kekhususan Aceh sehingga dalam pengambilan keputusan harus pula mengedepankan UUPA.

“Jika MK menolak gugatan yang diadukan oleh pasangan H Muzakir Manaf-H TA Khalid, maka keputusan MK tersebut sangat bertentangan dengan konstitusi. MK yang merupakan lembaga pengawal konstitusi Republik Indonesia harus mengakui kekhususan suatu daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 18 B Undang-Undang Dasar 1945,” kata Juru Bicara DPA PA, Suadi Sulaiman kepada Serambi, Kamis (30/3).

Pria yang akrab disapa Adi Laweung ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilkada Aceh telah mendapatkan wewenang khusus dari pemerintah pusat. Hal ini dituangkan dalam BAB X Bagian Pertama sampai Bagian Kelima Pasal 65 sampai Pasal 74, yang mengatur mulai dari proses pendaftaran pemilih sampai pada pelantikan calon terpilih.

“Ini merupakan bagian dari tahapan yang tidak boleh digunakan undang-undang lain selain UUPA. Untuk itu, MK harus mengedepankan UUPA dalam pengambilan putusan tersebut. Jika UUPA dikesampingkan, maka aturan dan sistem hukum apa yang akan digunakan oleh MK?” ujar Adi Laweung bertanya.

Ia menambahkan, jauh sebelum pilkada serentak dilaksanakan, telah disepakati untuk membentuk peradilan khusus tentang untuk menyelesaikan sengketa pelaksanaan pilkada sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 157. Namun pasal ini juga telah dikesampingkan, sehingga MK harus mengakui kekhususan Aceh.

“Dengan demikian, Pasal 158 ayat 2 juga harus dikesampingkan karena melanggar konstitusi RI, sehingga pelaksanaan pilkada Aceh tahun 2017 ini benar-benar pilkada yang berjalan atas dasar hukum yang tepat. MK kita minta benar-benar menjalankan konstitusinya, jangan hanya untuk mempertahankan ranting, merobohkan batangnya,” demikian Adi Laweung.(mas) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id