Tokoh Aceh Apresiasi Kongres Peradaban Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tokoh Aceh Apresiasi Kongres Peradaban Aceh

Foto Tokoh Aceh Apresiasi Kongres Peradaban Aceh

JAKARTA – Tiga tokoh Aceh di Jakarta, H Adnan Ganto, H Mustafa Abubakar, dan H Sulaiman AB mengapresiasi penyelenggaraan Kongres Peradaban Aceh. Mereka menilai, kebudayaan memberi ruang kesetaraan. “Kita berharap semoga ada manfaatnya bagi masyarakat,” kata Adnan Ganto saat menerima laporan penyelenggaraan Kongres Peradaban di Menteng, Jakarta, Senin (7/3).

Laporan dalam bentuk bundel diserahkan Ketua Panitia Kongres Ahmad Farhan Hamid didampingi beberapa panitia lain. Adnan Ganto, Mustafa Abubakar, dan Sulaiman AB adalah donatur kongres tersebut. “Saya tertarik dan bangga kongres bisa berjalan baik,” kata Adnan Ganto.

Mustafa Abubakar menambahkan, Aceh membutuhkan ruang lebih banyak bagi kebudayaan setelah Aceh didera konflik. “Dengan cara seperti ini, nilai-nilai Aceh bisa dibangkitkan kembali,” kata Mustafa Abubakar yang pernah menjabat Menneg BUMN dan Pj Gubernur Aceh.

Ia menyebutkan kebudayaan adalah elemen pemersatu masyarakat paling netral. Mantan Danjen POM TNI, Sulaiman AB menyebut, kebudayaan adalah pintu masuk mempersatukan Aceh yang terpecah. “Dulu Aceh terpecah antara NKRI dan bukan NKRI. Sekarang saya mendengar masih terpecah lagi,” ujar Sulaiman AB, yang juga tokoh masyarakat Tamiang.

Ia menyebutkan, melalui peristiwa kebudayaan, semua bahasa menjadi setara, termasuk bahasa yang penuturnya sedikit. Ia mengharapkan, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat ikut memperhatikan dan menjadikannya program kegiatan. “Kalau ikut diprogramkan Pemerintah, saya kira akan lebih mudah,” katanya.

Ketua Panitia Kongres Ahmad Farhan Hamid melaporkan, kongres disepakati berlangsung reguler tiap dua tahun. “Pada 2017 kongres dilaksanakan di Tamiang atau Sabang, “ kata Farhan Hamid.

Sekretaris kongres, Mustafa Ismail menambahkan, kongres peradaban telah memberi hasil yang sangat penting. “Dalam waktu dekat akan terbit buku berisi ejaan Bahasa Aceh, dan di sejumlah daerah juga segera berdiri balai bahasa Gayo,” katanya. (fik) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id