MA Vonis Ramli Rasyid 6 Tahun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MA Vonis Ramli Rasyid 6 Tahun

MA Vonis Ramli Rasyid 6 Tahun
Foto MA Vonis Ramli Rasyid 6 Tahun

BANDA ACEH – Masih ingat kasus korupsi dana Yayasan Politeknik Aceh tahun 2011-2012 dengan kerugian Rp 2,3 miliar? Mahkamah Agung (MA) sudah mengeluarkan putusan kasasi dengan hukuman enam tahun penjara masing-masing untuk Ramli Rasyid dan Zainal Hanafi selaku ketua dan direktur yayasan tersebut pada saat itu.

Informasi tersebut diperoleh Serambi dari salinan petikan putusan MA yang disampaikan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Rabu (29/3). “Petikan putusan Ramli Rasyid diterima 21 Maret, sedangkan petikan putusan Zainal Hanafi diterima pada 27 Maret 2017,” kata seorang pegawai pengadilan.

Berdasarkan petikan itu, masing-masing terpidana divonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara. “Menyatakan terdakwa (petikan terpisah) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama”.

Putusan itu lebih berat dari putusan banding Pengadilan Tinggi Banda Aceh masing-masing 1,6 tahun penjara. Dalam kasus itu, ada empat terdakwa yang terlibat. Selain Ramli Rasyid dan Zainal Hanafi, juga terlibat Sibran, ketua unit pelaksana penguatan kampus tersebut saat itu dan Elfina, mantan bendahara yayasan itu.

Namun hingga kini, petikan putusan terhadap Sibran belum diterima oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Sementara Elfina tidak mengajukan banding terhadap putusan tingkat pertama. Saat menerima putusan, Elfina sedang menjalani sisa masa hukuman atas kasus korupsi lainnya di Rutan Perempuan dan Anak Lhoknga, Aceh Besar.

Putusan itu ditetapkan oleh majelis hakim yang diketuai Dr Artidjo Alkostar dibantu hakim anggota, Prof Abdul Latif dan MS Lumme serta A Bondan selaku Panitera Pengganti (PP) pada Selasa, 14 Februari 2017. Dalam putusannya, hakim juga menetapkan masa penahanan terhadap terpidana yang selama ini menjalani hukuman kota.(mas)

Ramli Rasyid harus menerima kenyataan pahit untuk tinggal di hotel prodeo berdasarkan putusan MA. Ia dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana Yayasan Politeknik Aceh tahun 2011-2012 dengan kerugian Rp 2,3 miliar bersama terpidana lain, meski bukan dirinya yang melakukan korupsi.

Dari uraian dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Banda Aceh terungkap, pada 2011-2012 Politeknik Aceh mendapat dana hibah dari Ditjen Dikti dan Pemko Banda Aceh Rp 11.062.938.000. Dari total dana itu, Rp 4.095.137.436 ternyata tak digunakan sesuai Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) 2012 oleh Elfina, bendahara Politeknik Aceh saat itu.

Sibran, ketua unit pelaksana penguatan Politeknik Aceh saat itu pernah mengusulkan untuk mengubah specimen tanda tangan pada rekening BNI atas nama UPHP Politeknik Aceh kepada Ramli Rasyid selaku ketua yayasan itu. Tapi, Elfina tidak menyetujuinya.

Karena itu, Sibran dan Zainal Hanafi tetap membiarkannya. Sehingga pencairan dana hibah tahun 2011 dan 2012 yang dilakukan Elfina hanya disetujui oleh Ramli Rasyid tanpa melalui verifikasi.

Setelah uang cair, Elfina tak menggunakannya sesuai kontrak perjanjian hibah, tapi digunakan untuk Persiraja dan kepentingan dirinya. Sehingga dana tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, negara mengalami kerugian Rp 2,3 miliar lebih. Akibat ulah Elfina, Ramli Rasyid bersama terpidana lain akhirnya harus menanggung bersama akibat dari perbuatan tersebut.(mas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id