Gajah Masih Mengganggu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gajah Masih Mengganggu

Gajah Masih Mengganggu
Foto Gajah Masih Mengganggu

* Warga Keumala Datangi BKSDA

BANDA ACEH – Gangguan gajah liar masih terus terjadi di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, hingga Rabu (29/3). Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik warga di tiga desa, yakni Jijiem, Cot Seutui, dan Tunong, telah porak-poranda hingga gagal panen.

Kondisi itu sudah terjadi sejak dua tahun lalu, namun belum ada tindakan konkret untuk mengusir gajah-gajah tersebut. Camat Keumala, Basri Yusuf melaporkan kondisi yang dialami warganya itu ke Kepala Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh. Ia didampingi Keuchik Jijiem, Muhammad Rizal, Keuchik Tunong, Fakhruddin, Keuchik Cot Seutui, Abdul Kadir, serta Indra P Keumala dan Habil Razali.

“Kondisi Keumala saat ini sangat mengkhawatirkan akibat adanya gangguan gajah liar. Tidak hanya lahan pertanian yang rusak, kami juga khawatir (bila tak segera ditangani) akan memasuki permukiman,” ujar Basri Yusuf dalam pertemuan di ruang kerja Kepala BKSDA Aceh.

Menurut Camat Keumala, pihaknya sudah sering melaporkan konflik yang ditimbulkan oleh hewan berbelalai panjang itu kepada instansi terkait. Namun hingga Selasa malam kemarin, amukan gajah masih terus berlangsung dan merusak kebun dan persawahan warga yang mulai memasuki masa panen.

Ia juga mengaku kewalahan menampung keluhan warga yang datang kepadanya hingga berinisiatif memboyong perwakilan kepala desa untuk melaporkan langsung kasus ini ke pihak BKSDA. “Kami mohon ada perhatian serius supaya kerugian yang diderita warga saya tidak semakin bertambah,” kata Basri.

Sementara itu, Indra P Keumala yang turut hadir dalam pertemuan meminta BKSDA secara proaktif berkoordinasi dengan instansi lain untuk membantu menyelesaikan persoalan gajah liar agar tidak terulang kembali.

“Persoalan ini sudah terjadi sejak 2015. Mestinya harus ada program komprehensif yang tidak hanya dengan menghalau tapi juga dibuatkan pos khusus di sana untuk mencegah gajah balik lagi,” katanya.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto sempat mengungkapkan keanehannya terhadap peristiwa gangguan gajah liar yang saat ini dialami warga Kecamatan Keumala. Ia mengatakan pihaknya sudah berulang kali mencoba menghalau gajah liar hingga menyeberang ke kawasan hutan Jantho, namun tetap balik lagi.

“Sebenarnya ini sebuah fenomena yang kami khawatirkan justru terjadi karena jalur transportasi atau ekosistem gajah itu sudah rusak atau terganggu. Jadi memang demikian maka solusinya tidak cukup hanya dengan menghalau,” terangnya.

Kendati begitu, Sapto berjanji akan segera mengambil tindakan penanganan dengan mengirim tim khusus penghalau gajah liar. “Paling telat Senin kita akan turunkan tim,” tandasnya.(yuh) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id