Pembangunan Rumah Nelayan dan Kios Kepiting di Pidie Jaya Dinilai Mubazir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembangunan Rumah Nelayan dan Kios Kepiting di Pidie Jaya Dinilai Mubazir

Pembangunan Rumah Nelayan dan Kios Kepiting di Pidie Jaya Dinilai Mubazir
Foto Pembangunan Rumah Nelayan dan Kios Kepiting di Pidie Jaya Dinilai Mubazir

URI.co.id, MEUREUDU – Kehadiran 50 unit rumah nelayan di Gampong Cot Lheue Reng Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, terkesan hanya mubazir. Dari 50 unit bangunan yang rampung dibangun akhir tahun 2015 lalu, kini hanya ditempati sebelas kepala keluarga. Sementara lainnya, hanya dijadikan sebagai rumah singgah bahkan ada yang tidak ditempati sama sekali sejak awal alias kosong.

Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah nelayan, menjawab Serambinews,com membenarkan, rumah nelayan itu minim penghuni. Alasannya karena akses jalan dari komplek ke jalan raya  amat berjauhan atau sekitar 1,5 kilometer. Selain kondisi jalan sederhana menelusuri pinggiran tambakk juga berliku-liku. Padahal, jika dibangun baru dengan posisi lurus jaraknya tak lebih dari 800 meter.

Awalnya atau saat penarikan lot atau nomor rumah awal Oktober 2016 lalu, lanjut sumber tadi, semua rumah telah ada calon penghuni.Bupati  Pijay, H Aiyub Abbas bersama Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, Ir Kamaluddin  memberi  limit waktu kepada calon penerima hingga dua bulan. Jika tak ditempati, maka rumah tersebut akan diambil alih dan diserahkan kepada orang lain.

Nyatanya, hingga sekarang dari 50 unit rumah, hanya 11 unit yang ditempati nelayan bersama keluarganya.  Sementara lainnya tak lebih hanya dijadikan rumah singga saja. Ada yang hanya pulang sebentar, lalu menghilang. Ada juga yang pulang waktu malam saja bahkan kebanyakan masih kosong melompong.

Nasib sama juga dialamni kios kepiting di Panteraja. Dari 11 unit kios (semilan permanen dan dua bangunan kayu) hanya ditempati sesaat, itu pun hanya sekitar tiga kios yang aktif. Sementara lainnya tutup. Belakangan atau sejak beberapa bulan terakhir, seluruhnya tergembok.

Baik rumah nelayan maupun kios kepiting, kata Kadis DKP, pihaknya segera akan menyurati kembali. Jika pun tak ditempati lagi, akan dialihkan kepada orang lain. “Dalam waktu dekat kami kirim surat teguran terakhir. Hana tempat lakeue,. Wateue na hantem tempati (tak ada tempat minta, setelah ada enggan ditempati—red),” kata Kadis DKP singkat.

       (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id