Istri Nelayan juga Jadi Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Istri Nelayan juga Jadi Tersangka

Istri Nelayan juga Jadi Tersangka
Foto Istri Nelayan juga Jadi Tersangka

* Kasus Kapal Bantuan Dijual

LHOKSEUMAWE – Tersangka dalam kasus penjualan kapal motor (KM) senilai Rp 1,7 miliar bantuan Pemkab Aceh Utara bertambah menjadi dua orang. Setelah MD yang merupakan ketua kelompok usaha nelayan di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, kini giliran istrinya, MT yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Senin (28/3).

“Namun, tak tertutup kemungkinan akan ada lagi tersangka baru. Sebab, kita masih terus mengembangkan kasus ini,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, kemarin.

Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, menurutnya, diketahui bahwa MD menjual kapal tersebut kepada ID, warga Seunuddon, Aceh Utara. Dikatakan, transaksi jual beli kapal yang diberi nama ‘Simpati Star Sa’ itu dilakukan di depan notaris. Saat transaksi tersebut, lanjutnya, MD dan MT menekan surat pernyataan bahwa boat tersebut milik pribadi mereka.

“Karena ada bukti ikut menekan surat pernyataan tersebut, MT langsung ditetapkan sebagai tersangka penggelapan kapal motor bantuan,” ujar AKP Yasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Senin (20/3) sore menangkap MD, ketua kelompok usaha nelayan di Kecamatan Samudera, Aceh Utara atas tuduhan menjual KM hibah dari Pemkab Aceh Utara senilai Rp 1,7 miliar. Namun, berdasarkan laporan anggota kelompok itu, kapal tersebut sudah dijual oleh MD kepada pihak ketiga pada Maret 2016 dengan harga Rp 480 juta.

Kendati pada Senin (27/3) pagi sempat dijemput ke rumahnya untuk dimintai keterangan sebagai tersangka di Mapolres Lhokseumawe, namun MT tak ditahan. Demikian juga suaminya MD. “Pertimbangan kita MT tidak kita tahan karena anak-anaknya masih kecil,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Yasir SE.

Sementara ID selaku pembeli kapal tersebut, menurut Kasat Reskrim, juga sudah dimintai keterangan di Mapolres Lhokseumawe. Namun, lanjutnya, ID tak bisa dijadikan tersangka. Sebab, pembelian kapal itu berlangsung di depan notaris dan kedua tersangka sudah membuat pernyataan bahwa kapal tersebut milik pribadi mereka. Jadi, tambah AKP Yasir, ID hanya dijadikan sebagai saksi saja.(bah) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id