Dana Kematian dan Gizi Tersendat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana Kematian dan Gizi Tersendat

Dana Kematian dan Gizi Tersendat
Foto Dana Kematian dan Gizi Tersendat

* Tunggakan Mencapai Rp 2,6 M

BLANGPIDIE – Sejumlah ahli waris dan ibu bayi mempertanyakan pencairan santunan kematian dan gizi bayi dari Pemkab Abdya. Padalah, sejak 2015 seluruh persyaratan administrasi untuk pencairan dana telah dilengkapi. Namun hingga akhir Maret 2017, santunan tersebut belum juga disalurkan pemerintah.

“Ini sudah dua tahun, biasanya pencairannya satu tahun langsung dibayar,” kata Irwan, warga Kecamatan Susoh kepada Serambi kemarin.

Hal senada juga disampaikan Ratna, warga Kecamatan Blangpidie. Ia mempertanyakan pencairan dana gizi bayi yang belum diterimanya.

“Waktu melahirkan anak pertama saya pada tahun 2010, tiga hari dana gizi bayi ini langsung cair, namun saat saya melahirkan anak kedua (tahun 2016-red), dananya belum cair sampai sekarang,” katanya didampingi Riva, warga Susoh yang juga mempertanyakan hal yang sama.

Kepala Bagian Kesejahteran Rakyat (Kesra) dan Ekonomi Setdakab Abdya Masnijar mengatakan santunan kematian dan gizi bayi akan disalurkan setelah melalui verifikasi Badan Keuangan Abdya. “Kita hanya mempersiapkan berkas dan administrasi saja, selanjutnya Dinas Keuangan akan melakukan verifikasi. Selanjutnya baru bisa dibayar, kita targetkan paling cepat Juni sudah dibayar,” katanya didampingi Kasubag Bansos Jasri.

Menurut Masnijar dana santunan kematian pada tahun 2017 hanya tersedia anggaran sebesar Rp 1,5 miliar atau hanya bisa terbayar sebanyak 420 ahli waris dari 1.020 ahli waris. Sementara anggaran untuk gizi bayi hanya tersedia sebesar Rp 1 miliar dengan jumlah 1.253 bayi. Maka yang bisa terbayar hanya untuk 1.000 bayi.

“Santunan kematian yang bisa dibayar pada tahun ini, hanya berkas dari Mei 2015 sampai November 2015, untuk berkas masuk 2016, belum bisa kita bayar, karena tidak ada anggaran,” sebutnya.

Masnijar menyebukan untuk gizi bayi yang bisa dibayar melalui APBK 2017, mulai dari Januari 2016 sampai Desember 2016. Sehingga, jumlah tunggakan untuk santunan kematian sebanyak 600 ahli waris atau harus tersedia anggaran Rp 2,462 miliar. “Sementara gizi bayi harus dibayar sebesar Rp 253 juta, untuk 235 bayi,” jelasnya.

Kepala Bagian Kesra dan Ekonomi Setdakab Abdya Masnijar juga menambahkan untuk dana gizi bayi diberikan Rp 1 juta per bayi. Sementara santunan kematian kepada ahli waris bervariasi mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. “Data tunggakan ini hanya sampai Desember 2016, untuk data yang masuk pada 2017, pembayarannya kita lakukan pada tahun 2018,” sebutnya.(c50) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id