Fajri Masih Kecanduan Bensin | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Fajri Masih Kecanduan Bensin

Fajri Masih Kecanduan Bensin
Foto Fajri Masih Kecanduan Bensin

* Dirujuk ke LPKS Rumoh Seujahtera Aneuk Metuah

IDI – Setelah sempat dibina sekitar dua bulan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ayeum Mata, di Gampong Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, bocah Fajri Maulana (10) dilaporkan masih kecanduan menghirup aroma bensin. Ia pun kini dirujuk ke Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Rumoh Seujahtera Aneuk Metuah, di Banda Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, M Yasin mengatakan, saat diasuh di LKSA Ayeum Mata, Fajri sering memanfaatkan kelengahan petugas untuk mencari bensin di kios-kios yang menjual BBM. “Bahkan ia pernah membongkar karburator sepmor warga, dan setelah berhasil mendapatkannya, bensin tersebut dibawanya ke lokasi tersembunyi untuk dihirup,” ungkap M Yasin, kemarin.

Karena ia masih saja kecanduan aroma bensin, bocah itu pun dirujuk ke Banda Aceh untuk mendapatkan penangan khusus. Di LPKS Banda Aceh ia dipastikan mendapatkan pengasuhan yang layak. “Mudah-mudahan dengan dibina di LPKS Rumoh Seujahtera Aneuk Metuah di bawah pengawasan Dinsos Aceh, Fajri bisa sembuh dari kecanduannya, dan kemudian dikembalikan ke orang tuanya,” ujarnya.

Kepala Seksie Rehabsos Tuna Sosial dan Perdagangan Orang, Dinsos Aceh Timur, Wadi Fatimah, mengungkapkan amatannya selama ini, bahwa Fajri Maulana termasuk anak yang pintar.

Namun karena diduga telah mengalami salah asuh dari keluarganya (dididik dengan pola diskriminasi), akibatnya ia mencari pelampiasan dan saat menghirup bensin ia menemukan kenyamanan, sehingga ia pun ketagihan. “Bocah ini tidak menderita stres. Ia hanya memiliki kebiasaan menghirup bensin yang belum bisa dirubahnya. Untuk itu ia perlu penanganan khusus,” jelas Wadi.

Fajri Maulana merupakan anak pertama dari pasangan Mansyur Ali (45) dan Nurbayani (40), warga Dusun Sarah Nyala, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Ia dijemput tim dari Dinsos Aceh Timur dari rumahnya pada Jumat (3/2) lalu, dan sempat dibina di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ayeum Mata, karena khawatir kebiasaannya ini merusak mental dan kesehatannya.(c49) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id