PDIA Gelar Pameran Foto dan Launching Aceh Online | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PDIA Gelar Pameran Foto dan Launching Aceh Online

PDIA Gelar Pameran Foto dan Launching Aceh Online
Foto PDIA Gelar Pameran Foto dan Launching Aceh Online

BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati 144 tahun deklarasi perang Belanda terhadap Kerajaan Aceh Darussalam pada 26 Maret 1873, Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) menggelar pameran foto sejarah perang Aceh tahun 1873-1904 koleksi PDIA, Tropen Museum, KITLV, dan sumber lain yang relevan.

Kegiatan ini dilaksanakan tiga hari (29-31 Maret 2017) di Kompleks Museum Negeri Aceh, tempat PDIA kini berkantor.

“Kegiatan ini sangat penting dalam upaya meningkatkan literasi sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda,” kata Direktur PDIA, Drs Mawardi MHum, MA kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (26/3).

Menurutnya, deklarasi perang Belanda terhadap Kerajaan Aceh Darussalam pada 26 Maret 1873 membawa pengaruh yang sangat besar terhadap kontinuitas peradaban Aceh sampai sekarang.

Perang yang terjadi dalam waktu yang sangat lama itu tidak hanya telah berimplikasi terhadap jatuhnya banyak korban di kedua belah pihak, tapi juga telah mengakibatkan hancurnya infrasturktur ekonomi rakyat Aceh yang berkepanjangan.

“Resistensi yang begitu kuat dan pantang menyerah dari rakyat Aceh demi mempertahankan harga dirinya sebagai bangsa yang merdeka dari agresi kolonialis Belanda dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi kehidupan masa kini dan menata hidup di masa depan,” kata Mawardi yang juga Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah.

Selain itu, kata Mawardi, pada waktu yang sama PDIA juga meluncurkan beberapa paket dokumentasi dan informasi publik secara online, yaitu Seri Informasi Aceh online dan Kliping Pilkada Aceh online.

Peluncuran berbagai situs web online ini, menurut Mawardi, merupakan salah satu usaha PDIA untuk meningkatkan literasi kesejarahan dan mempermudah akses informasi bagi masyarakat Aceh di era globalisasi ini.

Ia berharap, agar pameran dan penyediaan layanan online ini benar-benar bermanfaat bagi para peneliti, mahasiswa, pelajar, bahkan masyarakat umum dalam rangka meningkatkan literasi informasi, apalagi untuk isu sejarah lokal, seperti isu bendera Kerajaan Aceh, agresi Belanda ke Samalanga, dan isu pilkada yang sedang hangat dibicarakan saat ini.

Direktur PDIA juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh, Rektor Unsyiah, dan pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan bagi keberlanjutan eksistensi PDIA dalam rangka mengisi otonomi khusus Aceh dalam bidang bidang pendidikan, budaya, dan sejarah. (dik) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id