Bangunan SMP Terancam Amblas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bangunan SMP Terancam Amblas

Bangunan SMP Terancam Amblas
Foto Bangunan SMP Terancam Amblas

* Erosi DAS Kala Tripe Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Sejumlah bangunan gedung dan fasilitas lainnya di SMP Negeri Satu Atap Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) nyaris amblas ke sungai Kala Tripe. Sebelumnya kawasan tersebut dilanda hujan lebat dan menyebabkan erosi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.

Sebagaimana diketahui, erosi di sepanjang DAS Kala Tripe, Galus dilaporkan dari tahun ke tahun telah menyebabkan areal pertanian milik warga menyusut dan berkurang setelah dikeruk erosi dan dihantam banjir. Bahkan saat ini salah satu sekolah tingkat menengah pertama juga kini terancam amblas ke sungai tersebut.

Amatan Serambi kemarin, selain bangunan gedung di SMP Satu Atap Kendawi yang terancam amblas. Fasilitas olahraga di sekolah tersebut, yakni lapangan basket sudah ambruk ke sungai Kala Tripe. Sehingga lapangan basket tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh para siswa di sekolah.

“Air sungai Kala Tripe selama ini sering naik pada musim hujan khususnya. Akibatnya menyebabkan banjir dan areal persawahan dan kebun milik masyarakat disepanjang DAS dihantam banjir dan dikeruk erosi,” kata Sudir, salah satu tokoh masyarakat di Dabun Gelang kepada Serambi, Minggu (26/3) kemarin.

Tokoh masyarakat dan didampingi sejumlah wali murid siswa di SMP Satu Atap Kendawi mengaku, selain areal pertanian yang selama ini sering terendam banjir dan dikeruk erosi disepanjang DAS Kala Tripe. Kini keberadaan dan sejumlah fasilitas di sekolah itu juga terancam amblas. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah maupun intansi terkait.

Begitu juga diakui sejumlah warga Rikit Gaib lainnya mengatakan, areal persawahan dan perkebunan milik warga yang berada sepanjang DAS Kala Tripe selama ini menyusut dan berkurang drastis. Karena dari tahun ke tahun setelah amblas dan ambruk dikeruk erosi.

“Kala Tripe yang melintas areal pertanian masyarakat yang rawan amblas dan erosi selama ini, seperti areal pertanian milik warga Blangkejeren, Dabun Gelang dan Rikit Gaib, Pantan Cuaca. Bahkan selama ini belum ada upaya penanganan yang maksimal dan serius dari pemerintah,” tambah Abudin warga Rikit Gaib lainnya.(c40) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id