DPRK Sorot Raker Pemko Digelar di Medan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPRK Sorot Raker Pemko Digelar di Medan

DPRK Sorot Raker Pemko Digelar di Medan
Foto DPRK Sorot Raker Pemko Digelar di Medan

* Kuras Dana Capai Rp 1 M

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Sabtu (25/3) menggelar Rapat kerja (Raker) ke 10 di Hotel Hermes Palace, Medan, Sumatera Utara. Karena itu, anggota DPRK Mukminan menilai hal itu pemborosan dan tak sejalan dengan semangat Wali Kota dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mukminan kepada Serambi Sabtu (25/3) mengatakan, dirinya tidak mengkomplain agenda pelaksanaan raker itu, tapi karena pelaksanaannya di Medan dan di hotel berbintang, maka itu yang  dinilai pemborosan dan tak sesuai dengan semangat Wali Kota dalam meningkatkan PAD. “Jika 250 pejabat Pemko diboyong ke Medan, maka kalikan Rp 4 juta/orang, maka terkuras uang daerah lebih kurang Rp 1 miliar,” ujar politisi PKS itu.

Disebutkan pejabat yang diboyong ke Medan itu berasal dari 59 perangkat daerah baik dari dinas, badan, dan sekretariat. Masing-masing instansi diwakili tiga orang, plus dari Setdako ada Sekda, para Asisten serta biro. Ironisnya, kegiatan yang berlangsung dua hari itu dilaksanakan di hotel bintang empat, Hermes Palace, Medan. Artinya, tambah Mukminan, uang rakyat Kota Banda Aceh itu dibelanjakan di Medan bukan di Banda Aceh atau Aceh pada umum. “Kalau uang sebanyak Rp 1 miliar digunakan di Banda Aceh, tentu akan menambah PAD untuk Banda Aceh, karena hotel bayar pajak,” jelas anggota DPRK Banda Aceh itu.

Menurutnya, pelaksanaan raker di Medan telah berdampak pada terjadinya kerugian bagi pelaku usaha di Banda Aceh, terutama usaha perhotelan. Harusnya, uang tersebut bisa dirasakan oleh warga Kota Banda Aceh.

Seharusnya, Pemko bisa melakukan efesiensi anggaran daerah untuk membuat program yang bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Apalagi, Pemko Banda Aceh memiliki hotel dan gedung sendiri yang representatif untuk dilaksanakan raker.

Menyikapi sorotan anggota DPRK itu, Kabag Humas Setdakota Banda Aceh, Dody Haikal mengungkapkan, pelaksanaan raker Pemko Banda Aceh memang dilaksanakan di tempat yang berbeda setiap tahunnya untuk menciptakan suasana baru.

“Dilaksanakan di Medan untuk memberikan suasana baru dan lebih fokus kepada peserta, juga memberikan kesempatan bagi kita untuk saling mengenal potensi yang ada di daerah lainnya,” katanya kepada Serambi, Sabtu (25/3).

Dody membantah terkait anggaran daerah terkuras hingga Rp 1 miliar untuk raker dan pajabat yang hadir 250 orang. Menurutnya, anggaran yang terpakai hanya Rp 150 juta, sementara pejabat yang hadir hanya 71 orang terdiri atas pimpinan perusahaan daerah, instansi vertikal serta seluruh Kepala SKPK Kota Banda Aceh.

Raker tersebut di buka Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal. Saat membuka kegiatan itu Illiza mengatakan, raker tahun ini menitikberatkan pada pembahasan berbagai isu termasuk di antaranya angka kemiskinan, pengangguran, peningkatan kapasitas dan kualitas air bersih, pembangunan  ekonomi, kebencanaan, parkir, serta transportasi dan isu lainnya.(mas) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id