Kontraktor Ancam Wartawan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kontraktor Ancam Wartawan

Kontraktor Ancam Wartawan
Foto Kontraktor Ancam Wartawan

* Terkait Pemberitaan Gedung SMA Unggul Pasie Raja Rusak

TAPAKTUAN – Hendri Z, jurnalis LKBN Antara Perwakilan Aceh di Kabupaten Aceh Selatan mendapat ancaman dari seorang kontraktor pelaksana proyek pembangunan gedung SMA Unggul Pasie Raja, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

“Dia menelepon saya dengan nada marah-marah. Dia bilang kenapa kalian (wartawan), sudah saya jelaskan tetap saja kalian beritakan masalah SMA Unggul Pasie Raja itu. Dimana kalian? Saya cari kalian di Tapaktuan ya, “ ungkap Hendri Z mengutip percakapannya dengan Alisyam, kontraktor yang melontarkan ancaman kepadanya via telepon seluler, Jumat (24/3).

Ancaman yang sama juga ditujukan kepada Taufik Zass, jurnalis Serambi Indonesia yang bertugas di Aceh Selatan. Menurut Hendri Z ancaman itu dilontarkan Alisyam setelah dirinya berusaha menjelaskan bahwa tujuan pihaknya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan untuk keberimbangan berita, namun oleh Alisyam diartikan bahwa setelah dirinya menjelaskan duduk persoalan tersebut berarti berita tidak diterbitkan.

“Itu saya analisa dari perkataannya, dimana dia bilang kenapa setelah saya jelaskan kalian naikkan juga beritanya,” ungkap Hendri. Sebelumnya Hendri Z dan Taufik Zass menulis berita tentang gedung SMA Pasie Raja di Desa Ujung Padang Rasian, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan mulai rusak. Padahal, gedung sekolah yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut baru setahun difungsikan.

Koordinator LSM Pusat Pemantau Kebijakan Publik (PPKP) Aceh Selatan Adi Irwan mengatakan kerusakan bukan hanya terjadi pada plafon ruang belajar dan kantor dewan guru saja, namun sebagian dinding bangunan tersebut juga mulai terlihat retak.

“Kualitas bangunannya sangat mengecewakan, atapnya bocor dan membuat hampir setiap plafon ruangan juga ikut rusak. Kualitas tripek yang digunakan untuk pintu juga cukup rendah sehingga mudah rusak,” kata Adi Irwan kepada Serambi, Rabu (22/3). Menurut informasi yang diterima Adi Irwan, proyek pembangunan SMA Unggul Pasie Raja tersebut dikerjakan pada 2015 dan mulai difungsikan pada 2016.

Ironisnya, baru satu tahun berjalan, bangunannya sudah rusak. Kontraktor pelaksana proyek pembangunan SMA Unggul Pasie Raja, Alisyam (sebelumnya tertulis Syam) yang dikonfirmasi Serambi  Kamis (23/3) mengatakan pihaknya sudah mengerjakan proyek sekolah tersebut sesuai dengan petunjuk kontrak.

“Mengenai anggarannya tanya langsung ke PPTK-nya. Jika untuk pintu dianggap juga kurang berkualitas itu juga sesuai petunjuk konsultannya,” jelasnya. Namun setelah berita kerusakan gedung SMA Pasie Raja tersebut terbit, baik Hendri Z menerima telepon dan pesan pendek pada Jumat (24/3) sekira pukul 10.00 WIB dari Alisyam bernada ancaman akan mencari kedua wartawan.

Hendri Z menambahkan pada pukul 13.05 WIB ia kembali menerima pesan ancaman meminta Hendri Z untuk menyampaikan ke Taufik Zass bahwa dirinya sudah berada di Tapaktuan. Selain mengirim pesan pendek kepada Hendri Z, ancaman yang sama juga ditujukan kepada Taufik Zass, wartawan Serambi. Dalam pesan pendek yang dikirim ke ponsel wartawan Serambi sekitar pukul 13.41 WIB, yang bersangkutan mengancam akan mencari wartawan Serambi dan keluarganya.

Sementara itu Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kabupaten Aceh Selatan Muhammad Nasir Selian SH megecam kasus ancaman oknum kontraktor kepada kedua wartawan. Menurutnya tindakan tersebut telah mengekang kemerdekaan dan kebebasan pers, dan dapat dikenakan ketentuan pidana Pasal 18 Ayat 1 UU No 40 tahun 2009 Tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

“Itu perangai yang tidak pantas. Karenanya kami meminta pihak Kepolisian memberikan perlindungan kepada wartawan yang menjalankan tugas sebagaimana dijamin oleh UU Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pers. Kepada para wartawan saya juga berharap agar tidak ragu memberitakan dugaan kasus korupsi di Aceh Selatan dengan tetap mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik,” ujar M Nasir.(tz) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id