Rutan Idi Kembali Kondusif | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rutan Idi Kembali Kondusif

Rutan Idi Kembali Kondusif
Foto Rutan Idi Kembali Kondusif

* Nato Bantah Pukul Napi

IDI – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Idi, Aceh Timur, Irdiansyah Rana, mengatakan keadaan di Rutan Idi setelah terjadi keributan Jumat (24/3) kemarin, kini berangsur kondusif. “Keadaan mulai aman dan kondusif,” ungkapnya, Sabtu (25/3).

Irdiansyah kembali menegaskan bahwa kericuhan yang terjadi dua hari lalu bukan didasari oleh persoalan jatah makanan warga Rutan. Tapi terkait ditemukannya ganja sebanyak 1 Kg di selokan dalam kompleks Rutan.

“Jadi, napi-napi di dalam Rutan takut kasus ini dikembangkan, sehingga mereka membuat kericuhan. Itu awal masalahnya. Kalau yang dituduhkan kami berikan tempe busuk, itu tidak benar. Silakan buktikan,” tantangnya.

Irdiansyah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perubahan dari segala sektor. “Apa yang masih kurang akan kami benahi. Mulai dari pelayanan hingga pembinaan akan kami benahi secara bertahap,” jelasnya.

Sebelumnya, para tahanan di Rutan itu menuntut dirinya diganti dan mendesak petugas Rutan, Idris alias Nato dipindahkan dengan alasan telah menganiaya seorang napi.

Terkait hal ini, Idris alias Nato membantah bahwa dirinya tidak pernah memukul napi. “Saya tidak pernah memukul napi seperti yang dituduhkan,” ungkap Nato kepada Serambi.

Ia menjelaskan, tuduhan ini muncul karena ia mencegah dan mengamankan dua dari lima napi yang berupaya melarikan diri pada Senin (20/3) lalu.

Kedua napi tersebut berhasil diamankan Nato, setelah keduanya terjatuh dari genteng rumah dinas kepala Rutan. Akibat terjatuh, kedua napi itu mengalami luka-laku, bahkan satu orang patah tangan dan bocor di kepala. “Jadi kedua napi tersebut terluka karena jatuh dari genteng saat berusaha kabur,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPR Aceh yang membidangi bidang Politik, Hukum, Pemerintahan, dan Keamanan, Iskandar Usman Alfarlaky, mendesak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencopot Kepala Rutan Irdiansyah Rana, yang dinilai tidak becus mengurus tahanan.

“Tahanan ini manusia bukan binatang yang tentunya harus diperlakukan secara manusiawi. Mereka seharusnya dibina bukan dianiaya,” kata Iskandar, menanggapi kericuhan di Rutan Idi, Aceh Timur itu.

Ia menambahkan, jika benar seperti yang dilaporkan bahwa napi sering dipungli saat ingin bersama pasangannya, atau saat ada kunjungan, maka tindakan petugas Rutan tersebut telah menyalahi prosedur. Ia berjanji akan meneruskan masalah ini sampai ke Kemenkum HAM di Jakarta. “Komisi I DPRA akan turun ke Rutan untuk mengumpulkan informasi secara adil dan berimbang,” tegasnya.

Dia meminta kementerian terkait segera melakukan evaluasi terhadap standar operasi pelayanan (SOP) di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Aceh. Terutama terkait hak-hak yang wajib disediakan negara dan diterima para warga binaan tanpa ada pungutan.

Iskandar Usman Alfarlaky mengungkapkan, kerusuhan yang di Lapas maupun Rutan di Aceh sudah terlalu sering terjadi, dan rata-rata muncul akibat ketidakadilan yang dirasakan napi/tahanan, juga akibat pemerasan oleh pihak Lapas/Rutan dengan alasan guna mendapatkan fasilitas, padahal seharusnya tanpa biaya karena dijamin oleh pemerintah.

“Kericuhan seperti ini sudah terlalu sering terjadi, dan selalu dipicu akibat kekecewaan napi/tahanan. “Hal yang paling umum, karena tidak ada air bersih untuk kebutuhan mereka. Ada juga masalah menu makanan yang tidak sesuai, ada juga soal perlakuan yang kurang manusiawi, termasuk fasilitas bilik asmara yang dipungut biaya. Padahal fasilitas ini gratis,” ujarnya.

Kericuhan serupa juga pernah terjadi tahun 2015 lalu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Banda Aceh, di Desa Bineuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (6/11/2015) malam. Karena itu ia meminta Kemenkum HAM serius melihat persoalan ini agar ke depan, masalah serupa tidak lagi terulang. Termasuk menegakkan disiplin oknum petugas Rutan yang terbukti memicu kekesalan napi.(c49) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id