Redam Keresahan, Polres Abdya Tebar Selebaran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Redam Keresahan, Polres Abdya Tebar Selebaran

Redam Keresahan, Polres Abdya Tebar Selebaran
Foto Redam Keresahan, Polres Abdya Tebar Selebaran

BLANGPIDIE – Untuk mengantisipasi keresahan masyarakat terkait isu penculikan anak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Polres Abdya menyebar dan menempelkan selebaran imbauan di sejumlah tempat keramaian.

Selebaran yang disebarkan itu berisi imbauan kepada masyarakat agar tak terprovokasi dan tidak resah oleh isu penculikan anak yang hingga kini terbukti hanyalah kabar bohong (hoax).

“Kita sudah instruksikan kepada Babinkamtibmas di desa-desa agar menempelkan imbauan itu di sejumlah kios-kios masyarakat dan tempat keramaian,” kata Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi SH kepada Serambi di Blangpidie, Jumat (24/3).

Dalam imbauan itu, kata AKBP Hairajadi, masyarakat yang melihat dan menemukan sosok mencurigakan di lingkungannya diminta untuk melaporkan kepada bintara bina desa, keamanan, dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas).

“Kami meminta masyarakat tidak main hakim sendiri. Jika ada sosok yang mencurigakan lapor segera kepada Babinkamtibmas masing-masing,” imbaunya.

Namun, Kapolres Abdya itu mengingatkan para orang tua dan masyarakat agar tetap waspada dalam menjaga serta selalu memantau kegiatan anak-anaknya.

Terlalu curiga
Lebih lanjut ia jelaskan, kecurigaan masyarakat kini terlalu tinggi karena terpenguruh oleh isu maraknya penculikan anak. “Apabila ada orang tak dikenal di lingkungannya langsung dicurigai sebagai pelaku yang seolah hendak menculik anak,” katanya.

Hal itulah yang menimpa seorangg peminta sedekah di Desa Babah Lhueng, Blangpidie beberapa hari. Ia dicurigai sebagai penculik anak, padahal hanya peminta-minta. Selain itu, seorang warga dari Nagan Raya sempat dicurigai sebagai penculik anak ketika ia bolik-balik di Kecamatan Setia. Padahal, pria tersebut sedang mencari rumah kenalannya yang tinggal di desa tersebut.

Terakhir, Jumat pagi kemarin, seorang wanita dari luar Aceh sempat dicurigai masyarakat Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Abdya, sebagai penculik. Tapi kecurigaan itu akhirnya tak terbukti.

LSM mengutuk
Sementara itu, Relawan Peduli Perempuan dan Anak (RePPA) Abdya mengutuk keras oknum yang sengaja mengembuskan isu penculikan anak. “Menyikapi isu penculikan serta kekerasan pada anak, kita imbau agar seluruh elemen masyarakat dan Pemkab Abdya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala usaha memecah belah, provokasi, serta penebaran teror dan keresahan warga masyarakat,” kata Juru Bicara RePPA Dian Guci kepada Serambi melalui siaran persnya kemain.

Guci juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati dalam menyikapi isu penculikan serta kekerasan terhadap anak dan perempuan agar tidak jatuh korban yang tidak perlu.

“Kita juga mengimbau setiap sekolah, madrasah, dan institusi pendidikan lainnya untuk menerapkan sistem pengamanan terpadu, bekerja sama dengan lingkungan tempat sekolah berada, sehingga memberikan rasa aman kepada anak-anak,” pintanya.

Guci mengaku beberapa LSM seperti Balai Syura Ureung Inong Abdya, DPC Pospera Abdya, Cerana Institute, YAPI Abdya, BFLF Abdya, dan PEKKA telah mendatangi polres dan kantor bupati dengan tujuan meminta petunjuk dan arahan dari dua instansi pelindung dan pengampu masyarakat tersebut untuk menyikapi keresahan warga Abdya terhadap isu penculikan dan kekerasan terhadap anak SMPN 1 Blangpidie.

“Kunjungan kita lakukan untuk meminta ketegasan dan komitmen polisi dan pemerintah untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di Abdya. Untuk itu, kita ajak semua pihak agar peduli, bergerak, dan melindungi anak-anak kita, karena setiap kita adalah orang tua dari semua anak,” pungkasnya. (c50/nun) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id