Rusunawa Politeknik belum Dihuni | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rusunawa Politeknik belum Dihuni

Rusunawa Politeknik belum Dihuni
Foto Rusunawa Politeknik belum Dihuni

* Perabotan tak Lengkap

BANDA ACEH – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Politeknik Aceh yang berada di perbatasan Gampong Lamteh dan Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, yang dibangun pada tahun 2010 hingga kini belum dihuni. Padahal bangunan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu targetnya difungsikan pada 2016 lalu.

Direktur Politeknik Aceh, Zainal Hanafi yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (24/3) mengatakan, bangunan tersebut belum dapat dihuni mahasiswa karena perabotannya seperti tempat tidur belum lengkap. Namun demikian lanjut dia, pihaknya akan memakai rusunawa itu saat datang mahasiswa baru, atau pada Agustus 2017.

“Tempat tidurnya belum lengkap, sehingga belum bisa dihuni. Sementara ini, mahasiswa juga sudah memiliki tempat tinggal lain,” ujar Zainal. Dia mengatakan, fasilitas listrik, air, dan bagian rusunawa yang sebelumnya tidak representatif juga sudah rampung dikerjakan.

Dia menambahkan, walaupun belum dihuni mahasiswa, bangunan tersebut tetap terawat sebab selalu dibersihkan petugas. Untuk melengkapi perabotan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemko Banda Aceh. “Daya tampung rusunawa sekitar 80-100 mahasiswa. Kami sedang ajukan proposal kemana-mana, agar kekurangan itu bisa dilengkapi segera,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST mengaku prihatin terkait belum difungsikannya bangunan itu. Padahal DPRK sudah merekomendasikan agar rusunawa itu difungsikan tahun lalu, melalui sidak pada Juli 2016. “Kalau tidak difungsikan, bangunannya bisa rusak, atau bisa saja nanti jadi temuan,” ujarnya.

Menurut Irwansyah, belum lengkapnya fasilitas rusunawa seharusnya disampaikan sejak dulu ke Pemko Banda Aceh agar dicarikan solusinya. “Kalau furniture-nya belum ada itu soal komunikasi. Kenapa yayasan tidak dari tahun lalu ngomong? Sekarang anggaran sudah berjalan,” kata dia. Menurutnya, jika Politeknik Aceh tidak bisa memfungsikan bangunan itu, alangkah lebih baik dilihkan saja ke gampong dari pada terbengkalai. (fit) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id