Napi Minta Kepala Rutan Idi Diganti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Napi Minta Kepala Rutan Idi Diganti

Napi Minta Kepala Rutan Idi Diganti
Foto Napi Minta Kepala Rutan Idi Diganti

IDI – Narapidana (napi) di rumah tahanan negara (Rutan) Idi, Aceh Timur meminta kepala Rutan dan petugas keamanan di rutan itu, Idris alias Nato dipindahkan. Permintaan itu disampaikan napi sambil berteriak dan mengoncang-goncang sel tahanan dan pagar halaman rutan, Jumat (24/3).

“Kami tuntut kepala Rutan dan Nato diganti karena hak kami tak dipenuhi,” teriak napi sambil sesekali melempar batu ke genteng tempat tamu berkunjung yang dijaga Polisi. Lalu, Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, didampingi Wakapolres Kompol Carlie, dan Danki Brimob BKP Polda Sumut AKP Saepul, menghampiri napi di Rutan. Sedangkan, ratusan personel sudah bersiaga.

Di depan Kapolres, napi menyampaikan tuntutannya. Menurut napi, hak mereka yang tidak penuhi antara lain napi tak diizinkan pulang saat ada keluarganya yang meninggal, keluarga yang bertamu pada sore hari dipungut biaya Rp 10 ribu, napi yang ingin bermanja-manja dengan istrinya di ruang khusus diminta Rp 50 ribu, kalau keluarga mengirim uang ke napi dipotong oleh petugas, dan barang-barang milik napi yang disita saat razia tak dikembalikan.

Sedangkan alasan napi minta Nato untuk dipindahkan karena ia diduga sudah menganiaya seorang napi. Padahal, ia hanya petugas keamanan dan bukan pegawai Rutan. Usai menyerap aspirasi napi, Kapolres melakukan pertemuan dengan kepala Rutan. Lalu, Kapolres kembali menemui napi.

Menyikapi laporan napi tentang sering terjadi pungutan liar (pungli) oleh petugas Rutan, Kapolres meminta jangan ada lagi petugas Rutan Idi yang melakukan pungli. “Kalau masih ada pungli, jangan salahkan saya jika nanti saya tindak,” ungkap Kapolres.

Terkait tuntutan napi yang meminta kepala rutan Idi diganti, Kapolres, hal itu muncul akibat miskomunikasi antara napi dengan petugas Rutan. Seperti saat ada keluarga napi yang meninggal, staf Rutan tak memberitahukan kepala Rutan yang saat itu berada di Banda Aceh. Jadi, kepala Rutan Idi tidak tahu, padahal napi boleh pulang dengan pengawalan. “Ini yang harus ada solusinya,” ujar Kapolres.

Ke depan, Kapolres meminta pihak Rutan bisa memahami mereka (napi) dan memperlakukannya sebagai manusia.

“Saya minta petugas Rutan Idi, agar melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku. ke depan hal-hal seperti itu jangan terjadi lagi. Kalau ada napi yang melakukan pelanggaran, proses sesuai ketentuan. Tapi, jangan digebukin,” pinta Kapolres.

Terkait permintaan napi agar Nato tidak lagi di Rutan tersebut, Kapolres mengatakan, hal itu sudah disampaikan ke kepala Rutan. Setelah mendengar penjelasan Kapolres, napi dapat menerima dan suasana kembali kondusif.(c49) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id