Yakini Polisi, tak Ada Penculikan Anak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Yakini Polisi, tak Ada Penculikan Anak

Yakini Polisi, tak Ada Penculikan Anak
Foto Yakini Polisi, tak Ada Penculikan Anak

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan, kabar penculikan anak yang beredar melalui pesan singkat berantai serta di dunia maya, tidak benar atau hoax. Kabar tersebut beberapa waktu terakhir beredar di sejumlah wilayah di Tanah Air.

“Saya yakinkan dan sudah cek, di Sumatera Utara dan beberapa wilayah lain termasuk Jakarta, berita tersebut adalah berita hoax,” ujar Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip harian ini, kemarin

Menurut Tito, penyebar isu penculikan anak sengaja memanfaatkan momentum keramaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk menaikkan isu tersebut. Tujuannya, selain menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, juga ingin mendelegitimasi wibawa pemerintah.

“Saya selaku pimpinan kepolisian menyatakan tegas, sepanjang sepengetahuan saya dan para kepala kepolisian daerah, semuanya menjawab dan telah melakukan pengecekan, dan menjawab tidak ada,” kata Tito.

Kapolri Tito mengimbau agar orang tua tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar tersebut. Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat waspada dan tidak mudah percaya dengan kabar hoax.

“Jangan over reaktif dan menjadi panik. Klarifikasi dengan kepolisian, dengan warga di sana, betul atau tidak informasi tersebut sebelum mencerna informasi,” ujarnya.

Untuk itu, kita kembali mengimbau kepada masyarakat, terutama kaum ibu agar tidak latah dalam menyikapi isu tersebut. Sebab, tidak mungkin pihak kepolisian bermain-main dalam hal menjaga ketenteraman masyarakat.

Ingat, salah satu tugas aparat kepolisian adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakat terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan. Tentu saja polisi akan bertaruh dalam hal ini.

Coba bayangkan, megejar teroris saja polisi mampu melakukannya, padadal para teroris tersebut juga memiliki senjata cangkih. Karenanya, tidak susah bagi polisi untuk menangkap si penculik anak yang kelas kejahatannya berada di bawah teroris.

Untuk itu, mulai sekarang tidak perlu lagi kita mengejar para pengemis, orang gila, orang idiot, atau penjual obat yang kebetulan singgah di kampung kita. Cukup sudah mereka jadi korban dan bulan-bulanan dari sikap emosional kita, yang sebenarnya tidak berdasar sama sekali.

Juga coba dibayangkan, bagaimana seandainya yang menjadi korban amuk massa tersebut adalah keluarga kita. Padahal, mereka sama sekali tidak bersalah, dan bahkan tidak tahu sama sekali tentang isu penculikan anak.

Sekali lagi, percayalah kepada aparat kepolisian. Polisi yang lebih tahu terhadap benar tidaknya kasus isu penculikan anak tersebut. Nah?

Isu Penculikan Anak “Hoax” (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id