Ada yang Takut Bayangan Sendiri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ada yang Takut Bayangan Sendiri

Ada yang Takut Bayangan Sendiri
Foto Ada yang Takut Bayangan Sendiri

ISU penculikan anak yang disertai serangkaian aksi kekerasan terhadap orang-orang tidak beridentitas dan ditengarai mengalami gangguan kejiwaan, menimbulkan ketakutan dan trauma di kalangan masyarakat, terutama anak-anak. Bahkan, ada anak yang sampai ketakutan dengan bayangan sendiri saat berjalan pada malam hari.

Peristiwa ini diketahui saat ratusan masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam digemparkan berita hoax yang mengisukan adanya aksi penculikan anak di Perumahan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Desa Jabi-Jabi Barat, Rabu (22/3) malam. Namun setelah dicek aparat kepolisian serta sejumlah tokoh masyarakat setempat, ternyata isu tersebut tidak benar.

Hebohnya isu penculikan di Sultan Daulat itu merebak pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, diawali laporan warga yang mengabarkan adanya anak diculik oleh dua orang pria berbadan tegap. Isu terkait menyebar cepat melalui akun media sosial (medsos), SMS, WA, dan telepon genggam hingga membuat masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat heboh.

Tak pelak, ratusan masyarakat khususnya kaum pria berbondong-bondong ke lokasi dengan membawa parang dan peralatan lainnya. “Kami sekarang di lokasi, masyarakat sudah banyak berkumpul, ratusan orang pokoknya ramai sekali,” kata Rasumin, anggota DPRK Subulussalam yang ikut turun ke Desa Jabi-Jabi Barat.

Berdasarkan informasi yang berkembang, dilaporkan anak usia kelas III SMP di Jabi-Jabi Barat diculik namun berhasil melepaskan diri. Pelaku dilaporkan berjumlah dua orang dengan postur tubuh tegap. Bahkan, sempat ada cerita pelaku tersebut masuk ke perumahan pada siang hari dengan menyaru sebagai penjual ikan. Dikabarkan pula, ikan yang dijual dengan harga murah, yakni Rp 5.000- Rp 10.000 per ekor.

Ditambahkan, saat sang anak yang dilaporkan diculik lepas dan meminta tolong, ada warga melihat, namun takut mengejar. Sang warga ini pun akhirnya meminta pertolongan penduduk lainnya. Namun setelah dikejar dan dicari ke semua penjuru kampong, tidak ada sosok yang diisukan tersebut.

Padahal, saat isu berkembang, aparat kepolisian, TNI, hingga camat dan sejumlah anggota DPRK, termasuk ratusan warga turut ke lokasi. “Hanya isu bohongnya, malu jadinya kita, capek padahal tidak ada. Ini harus jadi pelajaran, jangan sampai ada lagi yang menyebar isu bohong, waspada sih boleh, itu bagus dan wajib, tapi jangan mengada-ngada,” ujar Camat Sultan Daulat, Khairunnas kepada Serambi.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Miliyardin yang dikonfirmasi Serambi melalui Kapolsek Sultan Daulat AKP Jarwo Susianta mengakui kabar yang menghebohkan ratusan masyarakat di wilayah hukumnya. Namun setelah dikroscek oleh pihak kepolisian ke lapangan, isu tersebut tidak benar alias kabar bohong. “Kabar bohong, namun menyebar cepat sehingga masyarakat heboh dan meresahkan,” kata Kapolsek AKP Jarwo.

Menurut AKP Jarwo, kasus tersebut sebenarnya dibesar-besarkan oleh warga lain. Cerita sebenarnya adalah seorang anak usia kelas III SMP berjalan pulang dari rumah temannya pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kondisi malam dengan penerangan remang-remang. Si anak ternyata merasa ketakutan oleh bayangannya sendiri. Rasa takut ini terjadi lantaran berbagai isu penculikan anak tersebut sehingga membuat sang bocah itu menjadi trauma.

Dikatakan, saat di tengah jalan si anak merasa ada yang mengikutinya sehingga menjerit dan menangis ketakutan. Lalu si anak ini masuk ke dalam rumah, sementara masyarakat yang penasaran tidak bisa mendekati sang anak, karena dilarang orangtuanya.

Entah siapa yang memulai dan bagaimana awalnya, lalu menyebarlah isu penculikan. Padahal sang anak tersebut tidak pernah mengaku diculik. “Sampai tadi sore kami kroscek kembali. Jadi kami pastikan tidak ada penculikan, melainkan seorang anak takut pada bayangannya sendiri. Jadi dia takut ini juga akibat isu-isu yang merebak dan meresahkan,” ujar AKP Jarwo.

Terkait kasus ini, AKP Jarwo mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu sebelum mengkroscek secara benar. Dikatakan, aparat kepolisian tidak mungkin diam jika ada pelaku penculikan merebak.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dalam hal apapun bukan hanya penculikan, termasuk kasus kriminal lainya. “Soal waspada memang harus tetap waspadalah, tapi yang jelas sampai sekarang tidak ada kasus penculikan, yang kemarin heboh itu isu bohong tersebar oleh orang tidak bertanggung jawab. Jadi kita minta warga jangan suka menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya. Karena hal ini sangat menganggu dan bisa meresahkan bahkan membuat suasana menjadi kacau,” pungkas AKP Jarwo.(lid) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id