Ulama Minta Pemerintah Wujudkan Kenyamanan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ulama Minta Pemerintah Wujudkan Kenyamanan

Ulama Minta Pemerintah Wujudkan Kenyamanan
Foto Ulama Minta Pemerintah Wujudkan Kenyamanan

WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, meminta kepada pemerintah, khususnya aparat keamanan, untuk segera bertindak menyikapi maraknya isu penculikan anak yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Apapun cerita ini sudah jadi isu nasional. Maka kita berharap kepada aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Wajib bagi pemerintah, melalui aparat keamanan, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Mereka tentu lebih paham bagaimana cara untuk mewujudkan rasa nyaman dalam masyarakat,” ungkap Tgk Faisal Ali menjawab Serambi via telepon tadi malam.

Tgk Faisal mengatakan, isu penculikan anak yang sangat meresahkan masyarakat Aceh ini juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, di Banda Aceh, 20-23 Maret 2017.

“Salah satu rekomendasi MPU Aceh adalah mengharapkan kepada aparat keamanan untuk mendalami isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, seperti isu penculikan anak. Karena isu ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar ulama yang menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Aceh ini.

Tgk Faisal yang juga pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar menambahkan, tindak cepat dan tegas aparat keamanan, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sehingga, dengan sendirinya warga tidak akan main hakim sendiri saat menangkap orang-orang yang dicuigai.

“Karena sangat sulit untuk membendung aksi massa. Kalau memang ada yang dicurigai massa akan secara spontan bertindak. Masyarakat juga tidak mudah percaya jika itu adalah orang gila. Karena ini menyangkut emosi orang tua untuk melindungi anaknya,” ujarnya.

Tgk Faisal Ali juga mengaku merasa heran dengan fenomena banyak orang gila yang ditangkap berasal dari luar Aceh, khususnya Sumatera Utara. “Dalam beberapa kasus orang gila yang ditangkap berasal dari Medan, dan mereka tidak punya identitas. Ini kan menimbulkan aksi spontan masyarakat. Makanya, pemerintah harus segera bertindak, mewujudkan kenyamanan di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, kata Tgk Faisal Ali, adalah dengan melakukan razia terhadap orang-orang yang mengalami gangguan jiwa di seluruh Aceh. “Jika perlu lakukan razia, tangkap semua orang gila, lalu bawa ke rumah sakit jiwa. Aceh harus bebas dari orang gila, sehingga masyarakat benar-benar aman dan tidak mudah percaya dengan isu penculikan anak,” ujarnya.

“Jangan biarkan orang gila berkeliaran, karena itu bisa menjadi pintu masuk bagi aksi penculikan anak,” tambah Tgk Faisal Ali.

Selain itu, lanjutnya, aparat keamanan perlu melakukan patroli, mengintensifkan fungsi intelijen, serta memberi penyuluhan kepada masyarakat agar selalu waspada dan cepat tanggap terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungan.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan mengharapkan pihak kepolisian bekerja ekstra memberikan jaminan keamanan dan ketenteraman kepada masyarakat. Gubernur juga meminta kepada jajaran Satpol PP untuk membantu polisi.

Sementara kepada orang tua serta masyarakat, diminta agar tetap melakukan pengawasan kepada anak-anaknya, di sekolah, tempat pengajian, rumah, dan lingkungan tempat tinggal. Dalam rilis yang dikirim Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, Rabu (22/3), Gubernur Zaini Abdullah juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya isu dan juga tidak terprovokasi dengan melakukan tindakan main hakim sendiri. Jika ada hal-hal mencurigakan segera laporkan kepada kepolisian terdekat.(nal) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id