Kasdam IM: Masyarakat Harus Waspadai KGB | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasdam IM: Masyarakat Harus Waspadai KGB

Kasdam IM: Masyarakat Harus Waspadai KGB
Foto Kasdam IM: Masyarakat Harus Waspadai KGB

BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta mewaspadai Komunisme Gaya Baru (KGB) yang digencarkan kader-kader aliran terlarang itu lewat cara lembut namun masif. Hal itu disampaikan Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin sebagai pemateri dalam Dialog Kebangsaan, Kamis (23/3) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Dialog bertema “Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI” turut menghadirkan dua pemateri yaitu Ketua DPP Gerakan Bela Negara (GBN) Pusat, Mayjen (Purn) Budi Sudjana dan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi MA. Bertindak sebagai moderator, Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika.

Menurut Achmad Daniel, komunisme saat ini telah bermetamorfosis (berubah bentuk) untuk mencapai tujuannya, yaitu mengusai Indonesia. Bukan dengan membunuh atau memerangi rakyat secara langsung, KGB dilakukan dengan menyusup di lembaga pengambil kebijakan dan partai politik (parpol). “Komunisme masa lalu dikenal anti agama Islam, namun kini mereka justru mendekati agama sebagai wahana untuk merebut kekuasaan,” tegasnya.

Ketua DPP GBN, Mayjen (Purn) Budi Sudjana mengingatkan bahwa untuk mengalahkan komunisme, rakyat Indonesia harus bersatu sesuai ideologi Pancasila.”Kita harus lebih ulet, militan, dan disiplin untuk melawan komunis” katanya.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi MA mengatakan, komunisme saat ini bukan hanya sekedar paham. Tapi sepak terjangnya selama ini telah menghasilkan produk yang permanen di Indonesia. “Kesenjangan sosial, di mana 70 persen penduduk Indonesia dari kalangan bawah, dan 30 persen dari menengah ke atas, itu merupakan produk komunis yang sudah permanen di negeri ini,” ujar Farid.

Katanya, produk komunis juga terlihat di pemerintahan dan parlemen, di mana bangsa Indonesia tidak berdaya di negerinya sendiri. “Sudah ribuan pulau dijual ke asing. Lantas kenapa pemerintah diam saja? Ini yang membuat kita selalu menjadi underdog,” kata Farid seraya menyebutkan mati melawan komunisme adalah syahid.

Selain dialog kebangsaan yang membahas kebangkitan komunisme, di Anjong Mon Mata juga dilaksanakan pelantikan pengurus DPW Gerakan Bela Negara (GBN) Aceh. Kolonel (Purn) HM Djamil Akob dilantik sebagai Ketua DPW GBN Aceh periode 2017-2020, beserta 63 pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Djamil menegaskan bahwa komunisme bukan hanya bahaya laten, tapi telah hadir bahkan di Aceh. “Saya tidak mau kaitkan dengan instansi atau komunitas tertentu. Jelasnya saat ini mereka hadir dengan dalih memperjuangkan hak buruh,” ujarnya.(fit) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id