Kemen-PAN dan RB Bahas Pencopotan Pejabat Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kemen-PAN dan RB Bahas Pencopotan Pejabat Aceh

Kemen-PAN dan RB Bahas Pencopotan Pejabat Aceh
Foto Kemen-PAN dan RB Bahas Pencopotan Pejabat Aceh

BANDA ACEH – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN dan RB), mulai hari ini, Kamis (23/7) mulai membahas kasus-kasus pengisian jabatan di daerah, termasuk pemberhentian 20 pejabat eselon II dan pelantikan 33 pejabat eselon II baru di jajaran Pemerintah Aceh yang menimbulkan kegaduhan dan dualisme kepemimpinan.

Berdasarkan undangan yang diteken Sekretaris Kemen-PAN dan RB, Dwi Wahyu Atmaji, pembahasan kasus pengisian jabatan di daerah, termasuk di Aceh akan dimulai hari ini, Kamis (23/3) pukul 14,00 WIB di Ruang Rapat Sriwijaya I Lantai II Kantor Kemen-PAN dan RB, Jalan Jenderal Sudirman Kav 69, Jakarta.

Seorang pejabat eselon II yang dicopot oleh Gubernur Zaini Abdullah, Dr Raihanah kepada Serambi, Rabu (22/3) malam mengatakan, dia bersama beberapa orang pejabat eselon II lainnya yang bernasib sama, di antaranya Said Rasul, Ali Al Fatah, Nasir Zalba, berangkat ke Jakarta untuk menanyakan tindak lanjut pengaduan mereka, Senin 13 Maret 2017 ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Mendagri.

Komisi ASN dan Kemen-PAN dan RB, Rabu 15 Maret 2017 menurunkan tim beranggotakan tiga orang ke Banda Aceh. Sasaran tim tersebut antara lain menemui Tim Baperjakat Aceh (Sekda, Asisten III, Kepala Badan Kepegawaian, Inspektorat, Kepala Biro Organ, Kepala Biro Hukum), dan Gubernur Aceh.

Hari ini, Kemen-PAN dan RB bersama Komisi ASN, menurut Raihanah membahas hasil penelusuran timnya ke Aceh untuk menentukan langkah selanjutnya. Berdasarkan rekomendasi Komisi ASN dan Kemen-PAN dan RB, Mendagri akan mengambil kebijakan. “Sebagai pihak yang membuat pengaduan ke Komisi ASN, Kemen-PAN dan RB serta Mendagri, kami harus mengikuti perkembangannya,” ujar Raihanah.

Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Drs Zulkifli Ahmad MM yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (22/3) malam terkait undangan Kemen-PAN dan RB mengaku belum menerimanya. Ketika dihubungi, Zulkifli mengatakan sedang di Jakarta untuk urusan di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seorang pejabat eselon II lainnya yang dicopot, Ir Arifin Hamid yang dimintai tanggapannya mengatakan, anggota Baperjakat Pemerintah Aceh sudah pasti tidak mau terbuka soal mutasi ‘kontroversi’ yang dilaksanakan Gubernur Aceh, Jumat 10 Maret 2017.

Anggota Baperjakat Pemerintah Aceh, kata Arifin dipastikan akan terus mengelak dan berdiplomasi jika dimintai informasi terkait pembahasan kasus pemberhentian 20 pejabat eselon II dan pelantikan 33 pejabat eselon II baru oleh Gubernur Aceh. “Kita bisa maklumi sikap anggota Baparjekat karena mereka di bawah perintah gubernur,” tandas Arifin.(her) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id