Oknum PNS Terancam Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Oknum PNS Terancam Penjara

Oknum PNS Terancam Penjara
Foto Oknum PNS Terancam Penjara

* Diduga Mengancam Siswa

* Bawa Alat Setrum, Pistol, dan Kampak

BLANGPIDIE – Ny Su (45), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diduga melakukan upaya penyetruman terhadap siswa SMPN 1 Blangpidie, Kabupaten Abdya, terancam lima tahun penjara. Hingga kini polisi telah mengumpukan alat bukti seperti pistol air sofgun, alat kejut listrik (alat setrum) dan kampak. Informasi ini disampaikan Wakapolres Abdya Kompol Edy Bagus Sumantri SIK yang didampingi Kasat Reskrim Abdya, AKP Misyanto.

“Melihat barang bukti yang disita seperti alat setrum, pistol, dan kampak, Ny SU telah memenuhi unsur Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman. Pasal 368 itu ancamannya maksimal lima tahun penjara,” kata Wakapolres Abdya Kompol Edy Bagus Sumantri SIK didampingi Kasat Reskrim Abdya, AKP Misyanto.

Wakapolres Abdya mengaku telah meminta kepada Kasat Reskrim untuk membantu pihak Polsek Blangpidie dalam penanganan dan pengungkapan kasus tersebut. Terkait barang bukti yang disita seperti pistol air softgun, pihaknya telah meminta kepada SU surat izin tentang pemakaian pistol tersebut.

“Disampaikan kepada kami ada izinnya, tapi sudah mati (izinnya). Sampai saat ini dia belum bisa memperlihatkan bukti ada izin kepada kami. Jadi, dapat disimpulkan sementara pistol tersebut tidak ada izinnya,” kata Kompol Edy Bagus Sumantri SIK.

Diberitakan sebelumnya, Ny Su (45), warga Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya melakukan tindakan ala sekuel film cowboy di ruangan kelas SMPN 1 Blangpidie, Kamis (16/3) lalu, sekira pukul 09.15 WIB. Tindakan yang dipraktikkan seorang perempuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Perhubungan Kabupaten Abdya itu hanya gara gara anaknya kehilangan handphone (Hp). Selama ini sekolah tersebut melarang siswanya bawa Hp ke sekolah.

Kedatangan Ny Su ke sekolah dengan langsung merangsek masuk kelas, membuat dewan guru akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. Bahkan para murid sempat trauma dengan gaya cowboy Ny Su. Wanita itu merangsek masuk kelas, dengan ‘mempersenjatai’ diri dengan sebuah pistol air softgun, kampak, dan alat setrum.

Siswa SMPN 1 Blangpidie yang menjadi korban setrum, yaitu JK. Kasus itu berawal dari hilangnya handphone (Hp) milik IF (14) yang tidak lain adalah anaknya Ny Su.Hilangnya Hp IF itu terjadi pada hari Rabu (15/3) atau sehari sebelum kejadian.

Sementara Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi yang dihubungi Serambi, Rabu (22/3), menjelaskan, pihaknya sedang mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengusut tuntas kasus dugaan seorang wali siswa berupaya menyetrum siswa SMPN 1 Blangpidie, Kabupaten Abdya.

“Kasus ini dalam proses penyelidikan. Bila unsur atau alat bukti sudah terpenuhi segera dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan,” katanya. Menurut Iptu Karnofi, sampai Rabu (22/3) kemarin, alat bukti yang sudah dikumpulkan adalah pistol air sofgun, alat kejut listrik (alat seterum), dan kampak.

Kemudian, tiga orang saksi dari guru SMPN 1 Blangpidie sudah dimintai keterangan. Masih ada dua guru setempat yang perlu diminta keterangan, juga sang kepala sekolah. Setelah alat bukti terpenuhi atau cukup unsur segera digelar perkara. “Apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan ke penyidikan dan penetapan tersangka, tergantung hasil gelar perkara,” kata Iptu Karnofi.

Sementara Ny Su, warga Kecamatan Susoh yang melakukan aksi menghebohkan di ruang kelas SMPN 1 Susoh, juga sudah diperiksa. “Keterangan awal dari Ny Su sudah kita ambil, dan kita pangggil lagi untuk diminta keterangan tambahan,” katanya.(c50/nun) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id