Banjir Sudah Surut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banjir Sudah Surut

Banjir Sudah Surut
Foto Banjir Sudah Surut

* Longsor Tetap Mengancam

TAKENGON – Banjir bandang yang menerjang beberapa kecamatan di Aceh Tengah pada Selasa (21/3) sore mulai surut. Tetapi, longsor masih tetap mengancam, seiring kawasan perbukitan mulai retak-retak, tetapi jauh dari pemukiman penduduk.

Banjir yang melanda beberapa kampung di Kota Takengon, kawasan Kecamatan Kebayakan, seperti Kampung Gunung Balohen terdapat 23 kepala keluarga (KK) atau 50 jiwa yang terkena dampak dan sebagian diantaranya tetap harus mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir. “Untuk Kecamatan Kebayakan, sudah kita data dampak dari banjir,” kata Camat Kebayakan, Sarwa Jalami, Rabu (22/3).

Dia menjelaskan banjir juga berdampak terhadap 53 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 200 orang di Kampung Lot Kala, Kebayakan. Begitu juga di Kampung Temi Delem, sebanyak 9 KK atau 31 orang juga terkena dampak banjir. “Untuk Kampung Pinangan, ada lima rumah yang terendam banjir dan penanganan para korban sudah dilakukan dengan dibantu BPBD dan Dinas Sosial,” ujar Camat Kebayakan ini.

“Warga beberapa kampung yang sebelumnya terendam banjir mulai membersihkan rumah-rumah mereka karena air telah surut,” ujarnya. Tetapi, sebagian harta benda milik warga di Kampung Gunung Balohen, serta Lot Kala Kebayakan, sebagian besar tidak bisa lagi digunakan.

Para korban ini yang sebelumnya mengungsi, sebagian telah kembali ke rumah mereka. Kampung Daling, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (21/3) kemarin, sekira pukul 18.00 WIB, diterpa musibah banjir bandang. Namun, tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak dalam kejadian itu, tetapi sebagian besar rumah warga yang tidak jauh dari lereng bukit terendam oleh lumpur.

Hujan deras yang mengguyur kawasan itu, juga mengakibatkan terjadinya longsor di areal perkebunan warga. Bahkan tumpukan batu dan potongan kayu sempat menutup akses menuju areal perkebunan kopi. Selain itu, ruas jalan yang ada di kampung itu sempat tertimbun material longsor dan lumpur tebal. Lokasi banjir dan longsor berada jauh dari pemukiman warga sehingga hanya rumah warga yang dimasuki lumpur. “Sebagian rumah warga di Kampung Daling ini dimasuki lumpur karena air yang datang dari atas selain membawa material bebatuan dan kayu, juga membawa lumpur,” kata Rahman salah seorang warga Kampung Daling kepada Serambi, Rabu (22/3).

Dia mengatakan tidak ada rumah warga yang rusak parah, hanya saja harus dibersihkan lantaran air yang mengalir dari atas perbukitan, selain membawa batu, juga membawa lumpur. “Ada beberapa rumah warga yang terendam lumpur. Tapi, kalau rumah saya, hanya di bagian belakangnya saja,” tuturnya.

Tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan itu, mengakibatkan terjadinya luapan air bah dari arah perbukitan. Menurut penuturan warga, lereng perbukitan di kawasan itu, sepanjang hampir 200 meter, mulai retak dan berpotensi terjadinya longsor susulan, apabila hujan terus mengguyur.

Derasnya luapan air, juga membuat badan jalan di kampung itu kupak-kapik dan berlubang karena aspal tergerus air. Berdasarkan amatan Serambi, sehari setelah musibah itu, terjadi, Rabu (22/3), warga di Kampung Daling, bergotong royong membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah.

Untuk membantu warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengerahkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit alat berat untuk menyingkirkan tumpukan material batu dan lumpur yang menutup akses jalan kampung.

Kampung Daling, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah pada Selasa (21/3) sekira pukul 18.00 WIB juga diterjang banjir bandang. Namun, tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak, tetapi sebagian besar rumah warga yang tidak jauh dari lereng perbukitan terendam lumpur.(my) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id