Aturan Gas Rumah Tangga Berubah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aturan Gas Rumah Tangga Berubah

Aturan Gas Rumah Tangga Berubah
Foto Aturan Gas Rumah Tangga Berubah

* Pembayaran Minimum Turun Menjadi Rp 24 Ribu

LHOKSEUMAWE – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengubah aturan pembayaran gas rumah tangga bagi pelanggan di Lhokseumawe. Jika sebelumnya pembayaran gas minimal seharga 10 meter kubik walaupun pemakaiannya di bawah itu, kini menjadi 4 meter kubik walaupun pemakaiannya di bawah angka tersebut.

Untuk diketahui, pada Oktober 2016, sebagian masyarakat di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe yang sudah menggunakan atau mendapatkan layanan gas rumah tangga, menolak membayar rekening bahkan ada yang meminta diputuskan dari layanan gas tersebut.

Penolakan tersebut disebabkan kebijakan pembayaran gas yang dinilai masyarakat tidak masuk akal. Warga diwajibkan membayar minimal seharga 10 meter kubik walaupun pemakaiannya di bawah 10 meter kubik. Sementara harga gas rumah tangga tersebut Rp 5.913 per meter kubik.

Manajer Humas PT Perta Gas Niaga, Ratna Dumila, kepada Serambi, Rabu (22/3) menyebutkan, setelah mendapatkan keluhan pelanggan terkait hal itu, maka pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan BPH Migas. Sehingga pada Februari 2017 dilakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk membahas persoalan itu di Jakarta.

Hasil pertemuan itu, BPH Migas mengeluarkan aturan baru Nomor 01 Tahun 2017 tentang perubahan Peraturan BPH Migas Nomor 22/P/BPH/VII/2011 tentang penetapan harga gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil. “Dalam aturan itu pada Pasal 8 ayat tiga disebutkan, biaya minimum untuk RT-1 dan RT-2 ditetapkan sebesar empat meter kubik per bulan,” katanya.

Dengan aturan baru tersebut, pelanggan hanya wajib membayar sekitar Rp 24 ribu perbulan, tidak lagi Rp 59 ribu lebih perbulan. Sedangkan jika pemakaiannya di atas 10 meter kubik, akan disesuaikan dengan jumlah pemakaian. Aturan tersebut mulai diberlakukan April 2017.

“Kami harapkan aturan baru ini bisa disambut baik oleh masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara yang saat ini sudah menerima manfaat dan kemudahan dari program gas rumah tangga ini,” demikian ratna Dumila.

Keuchik Blang Pulo, Zarkasyi menilai aturan baru pembayaran minimum gas rumah tangga tersebut sudah memadai. Meskipun pada dasarnya masyarakat mengharapkan pembayaran rekening gas rumah tangga dilakukan berdasarkan jumlah pemakaian.

“Masyarakat mengharapkan harga minimum pembayaran gas per bulannya dibebaskan. Artinya, bila terpakai hanya dua kubik, bayarnya juga seharga dua kubik. Tapi dengan adanya pengurangan harga minimum dari 10 meter kubik menjadi empat meter kubik, saya rasa juga sudah memadai,” kata Zarkasyi.(bah) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id