MA Perberat Hukuman Ketua Pengadaan MRI RSUZA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MA Perberat Hukuman Ketua Pengadaan MRI RSUZA

MA Perberat Hukuman Ketua Pengadaan MRI RSUZA
Foto MA Perberat Hukuman Ketua Pengadaan MRI RSUZA

BANDA ACEH – Masih ingat dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kedokteran radiologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla untuk RSUDZA Banda Aceh, dengan kerugian Rp 8 miliar lebih. Untuk perkara ini Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan terhadap terdakwa Suriani SSi MKes selaku Ketua Panitia Pengadaan alat MRI tersebut dengan hukuman 6 tahun penjara. Putusan itu lebih berat 3 tahun dari putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh.

Salinan putusan tersebut baru diterima Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh pada Selasa, (21/3). Sementara perkara itu sudah diputuskan pada Kamis 2 April 2015 oleh majelis hakim yang diketuai Dr Artidjo Alkostar SH LLM dibantu dua hakim anggota, MS Lumme SH dan Dr Leopold Luhut Hutgalung SH MH serta Penitera Pengganti, Bambang Ariyanto SH MH. “Baru kita terima,” kata Dedi, pegawai Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Dalam putusan itu dinyatakan terdakwa Suriani SSi MKes, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer dan penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Dalam salinan putusan, hakim berpendapat pada intinya, perbuatan terdakwa selaku ketua panitia, tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya karena telah menunjuk PT Komara Idola sebagai pemenang tender, padahal perusahaan tersebut tidak memenuhi syarat. Selain Suriani, dalam kasus ini juga terlibat Direktur Utama PT Komara Idola, Kartini Hutapea, namun terakhir ia divonis bebas pada tingkat MA.

Penyimpangan itu terjadi berkat adanya kerjasama antara terdakwa selaku ketua panitia, Muhazar selaku sekretaris panitia, bersama-sama panitia lain. Meski adanya pelangagran, dr Taufik Mahdi SpOG selaku pengguna anggaran telah menandatangani penetepan pemenang lelang dan kontrak kerja bersama Kartini Hutapea serta telah pula menandatangani SPM sebagai kelengkapan pembayaran proyek itu.

Selain itu, pihak RSUZA juga telah membayar lunas proyek pembelian alat radiologi MRI 3 Tesla kepada PT Komara Idola senilai Rp 30.738.715.910 yang bersumber dari dana APBA tahun 2009. Dalam pembayaran itu ternyata telah terjadi penggelembungan harga karena pembayaran dilakukan di atas harga pasar yakni Rp 22.183.875.725. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp 8 miliar lebih akibat terjadinya selisih pembayaran.(mas) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id