Satlantas Tambal Jalan Berlubang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Satlantas Tambal Jalan Berlubang

Satlantas Tambal Jalan Berlubang
Foto Satlantas Tambal Jalan Berlubang

* Seputaran Kota Takengon

TAKENGON – Petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah memperbaiki jalan berlubang dengan semen di seputaran Takengon pada Selasa (21/3). Kegiatan itu disebutkan bagian dari berakhirnya kegiatan Operasi Simpatik Rencong 2017, juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Kegiatan yang dilakukan ini bertepatan dengan berakhirnya Operasi Simpatik Rencong 2017,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Eko Wahyudi melalui Kasatlantas AKP Radhika Angga Rista.

Dia menjelaskan penambalan lubang dengan semen yang menganga di tengah jalan, merupakan bagian dari upaya enghindari terjadinya kecelakaan lalulintas, karena rawan kecelakaan. “Memang ada instansi terkait yang mengurusi perbaikan jalan ini, tetapi sebelum terjadi kecelakaan, kita mengambil inisiatif untuk menutup jalan berlubang ini,” sebutnya.

Menurutnya, penutupan lubang di tengah jalan difokuskan di ruas jalan berlawanan atau dua arah. Dia beralasna, saat padat kendaraan, sudah dapat dipastikan para pengendara akan rebut-rebutan untuk mencari jalan yang bagus untuk menghindari lubang.

“Ketika saling menghindari lubang, disitu terkadang potensi kecelakaan sering terjadi, makanya, harus kita semen untuk mengantisipasi lakalantas,” jelasnya. Dsebutkan, beberapa personel Satlantas Polres Aceh Tengah diterjunkan untuk bergotong royong menambal jalan yang berlubang.

Sedangkan bahan material, berupa semen, pasir dan perlengkapan lainnya, diangkut menggunakan mobil patroli polisi. Ketika melakukan penambalan lubang di tengah jalan, sebagian polisi lalu lintas terlihat berjaga-jaga mengatur arus lalu lintas, sedangkan beberapa lainnya yang juga berseragam lengkap mengaduk semen sebelum menumpahkan ke dalam jalan berlubang.

Sebaliknya, polisi di Aceh Tenggara (Agara) melakukan patroli rutin ke sekolah-sekolah dan juga menjaga ketat kawasan perbatasan dengan Sumut. Kebijakan itu diambil untuk merespon isu penculikan yang terus marak di media sosial dalam beberapa pekan terakhir ini.

“Belum ada laporan adanya balita yang diculik, tetapi kita telah melakukan razia untuk mencegah aksi kejahatan tak berprikemanusiaan itu,” ujar AKBP Edi Bastari kepada Serambi, Selasa (21/3).

Dikatakan, sejak mencuat isu penculikan anak di media sosial, pihaknya telah melakukan upaya dengan memantau seluruh sekolah di wilayah Agara. Disebutkan, personil polisi berpakaian preman juga diterjunkan ke sekolah, baik di dalam maupun luar sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik orang yang mencurigakan yang memantau anak-anak.

Dia meminta para orang tua agar terus mengawasi anak-anaknya di rumah dan juga ketika mengantar atau menjemput dari sekolah. Dia berharap jika ada gerak-gerik orang yang mencurigakan, maka dapat dilaporkan ke aparat keamanan terdekat dan tidak main hakim sendiri.

“Pihak sekolah dan orang tua, serta kepala desa untuk melaporkan apabila ada gerak-gerik yang mencurigakan ketika ke desa maupun sekolah. Jangan, main hakim sendiri, kalau ada orang yang mencurigakan, cepat laporkan ke polisi,” katanya.(my/as) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id