Dokter: Jangan Kucilkan Penderita HIV | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dokter: Jangan Kucilkan Penderita HIV

Dokter: Jangan Kucilkan Penderita HIV
Foto Dokter: Jangan Kucilkan Penderita HIV

BLANGPIDIE – Kalangan medis menegaskan virus human immunodeficiency virus (HIV) tidak dengan mudah menular kepada orang lain. Karenanya masyarakat diimbau tidak mengucilkan atau memberi perlakuan diskrimitif kepada para penderita.

“Masyarakat harus tahu kalau bersalaman dengan pengidap HIV tidak menyebabkan penularan, juga tidak menular melalui keringat,” kata dr Suherdy SpPd, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Teungku Peukan Kabupaten Abdya kepada Serambi, Selasa (21/3). Imbauan tersebut dinyatakan sehubungan dengan ditemukan seorang anak di Abdya positif mengidap HIV.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah tersebut diketahui terjangkit HIV berdasarkan hasil pemeriksaan darah di RSUZA Banda Aceh. Saat ini penderita dalam proses penanganan secara medis. Suherdy juga mengatakan bahwa masyarakat luas tidak terpengaruh dengan stigma negatif yang kerap diterima pengidap HIV. “Masyarakat harus tahu dan memahami lebih jauh mengenai HIV agar mereka tidak mengucilkan para pengidap HIV/AIDS. Penderita HIV tidak boleh dikucilkan oleh masyarakat,” kata ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Abdya ini.

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga seseorang yang infeksi virus HIV akan sangat rentan terhadap penyakit ringan. Seperti demam, flu dan batuk akibat sistem kekebalan tubuh sudah terserang.

Suherdy yang sering dipanggil Edo menjelaskan bahwa penularan HIV hanya terjadi karena berhubungan intim dengan penderita. Karenanya diingatkan masyarakat agar tetap setia kepada pasangannya, jangan berganti-ganti pasangan. Penularan juga bisa terjadi ketika menerima transfusi darah yang sudah terinfeksi virus HIV. “Perlu diingat bahwa penularan melalui transfusi darah risikonya sangat tinggi,” ujarnya.

Virus HIV juga bisa tertular karena penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi virus. Penularan lewat jarum suntik banyak terjadi pada pengguna narkoba. Lalu, penularan dari ibu hamil positif HIV dapat terjadi ketika bayi dalam kandungan, dan bisa juga tertular ketika menyusui.

Selanjutnya, penularan virus HIV bisa terjadi lewat luka akibat pemakaian benda yang bersamaan, seperti silet, pisau cukur. Karenanya, kata Edo, biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur tersendiri. Sebab, selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan berisiko penularan. Sementara itu dari beberapa sumber yang dikutip Serambi menjelaskan bahwa ada pemahaman yang keliru di tengah masyarakat bahwa HIV dengan mudah menular lewat udara, pakaian atau peralatan yang digunakan bersama.

Sebenarnya virus HIV hanya hidup dalam cairan tubuh yaitu darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu (ASI). Virus HIV hanya bisa menginfeksi lewat penularan langsung atau direct infection. Terlebih lagi bahwa virus HIV hanya mampu bertahan hidup dalam tubuh inangnya saja.

Waktu kematian virus ini tergantung dari cepat atau lambat keringnya media pengantar virus tersebut, dalam hal ini darah atau cairan sperma. Sebagai contoh, jika ada setetes darah penderita HIV jatuh ke lantai dan langsung kering, seiring dengan keringnya darah, virus HIV juga ikut mati. Tidak mudahnya virus ini bertahan hidup di luar tubuh inangnya, menepis anggapan bahwa penyakit HIV bisa menular dengan mudahnya.(nun/*) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id