Penerimaan Amnesti Pajak di Aceh Rp 98,8 M | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penerimaan Amnesti Pajak di Aceh Rp 98,8 M

Penerimaan Amnesti Pajak di Aceh Rp 98,8 M
Foto Penerimaan Amnesti Pajak di Aceh Rp 98,8 M

BANDA ACEH – Selama diberlakukannya kebijakan amnesti pajak (tax amnesty), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh menerima dana mencapai Rp 98,8 miliar terhitung dari 1 Juli 2016 hingga 20 Maret 2017. Pernyataan itu diungkapkan oleh Kepala Kanwil DJP Aceh, Ahmad Djamhari dalam koferensi pers, Senin (21/3) di Kantor DJP Aceh, Banda Aceh.

Penerimaan dana amnesti pajak terkumpul di tujuh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Aceh. Rinciannya KPP Banda Aceh Rp 50,2 miliar, KPP Lhokseumawe Rp 7,5 miliar, KPP Meulaboh Rp 9,1 miliar, KPP Bireuen Rp 10,6 miliar, KPP Langsa Rp 14,3 miliar, KPP Tapaktuan Rp 5 miliar, dan KPP Subulussalam Rp 1,9 miliar.

“Kita harap peserta amnesti pajak di lingkungan Kanwil DJP Aceh selanjutnya akan menjadi wajib pajak yang baik. Sedangkan bagi yang belum mengikuti program amnesti pajak, kami harap memanfaatkan waktu tersisa 31 Maret 2017,” ujar Ahmad kemarin.

Sesuai aturannya, kebijakan amnesti pajak ini akan berakhir pada 31 Maret 2017, artinya hanya tersisa 10 hari lagi DJP menyediakan fasilitas itu. Sehingga, Ahmad Djamhari mengimbau agar wajib pajak yang selama ini masih bermasalah dengan pajak, agar memanfaatkan waktu tersisa mengikuti amnesti pajak.

Ahmad merincikan, saat ini di Aceh terdapat sekitar 600 ribu orang wajib pajak, namun yang sudah mendaftar sebagai peserta amnesti pajak sebanyak 3.540 orang. Namun Ahmad menegaskan, bagi wajib pajak yang tidak mengikuti amnesti bukan berarti sebagai penunggak pajak, karena bisa saja diantara mereka sebagai pembayar pajak yang tepat waktu.

Ia mengatakan, setelah masa amnesti pajak berakhir, maka DJP akan kembali memberlakukan aturan normal seperti semulanya. Mereka akan melakukan penindakan terhadap para penunggak pajak serta memberikan sanksinya, bahkan sanksinya juga bisa dalam bentuk penahanan.

Selain itu, ahmad menyampaikan bahwa tahun ini DJP Aceh menargetkan pemasukan pajak Aceh sebesar Rp 5,5 triliun, sebab tahun lalu pendapatan pajak Aceh mencapai Rp 4,4 Triliun. Menurutnya, sebagian sumber pajak di Aceh berasal sektor perkebunan, kontruksi, hingga perdagangan. (mun) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id