Gara-gara Isu Penculikan Anak, Dua Wanita Penjual Obat Herbal Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gara-gara Isu Penculikan Anak, Dua Wanita Penjual Obat Herbal Ditangkap

Gara-gara Isu Penculikan Anak, Dua Wanita Penjual Obat Herbal Ditangkap
Foto Gara-gara Isu Penculikan Anak, Dua Wanita Penjual Obat Herbal Ditangkap

URI.co.id, CALANG – Akibat maraknya isu pencurian anak di media sosial menyebabkan dua orang wanita penjual obat herbal ditangkap oleh warga di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Dua wanita yang sempat diamankan itu masing-masing Sumarni DG Sunngu (34) warga Dusun Balang, Desa Bontcmarannu, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalardan Kurniati (38), warga Dusun Bontolangkasa Utara, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa dimana keduanya berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Muklis, warga Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya saat ditanyai Serambi, Selasa (21/3) mengatakan, dua wanita penjual obat herbal nyaris diamuk masa, karena saat dipanggil oleh salah seorang warga lari, sehingga membuat warga bertmabah curiga terhadap keduanya yang menawarkan obat secara door to door ke setiap rumah warga di Alue Ambang saat itu.

Melihat hal tersebut, langsung dilakukan pengejaran oleh warga karena kawatir aksi mereka bermodus sebagai penjual obat akan menculik anak-anak yang saat ini sedang hebohnya isu tersebut di media sosial (medsos) atau Facebook.

Tidak lama setelah itu, keduanya berhasil diamankan warga dan diboyong ke rumah keuchik setempat.

Keuchik yang menerima dua wanita itu langsung menghubungi aparat kepolisian untuk mengamankan dua wanita tersebut agar tidak terjadi amukan masa, karena para warga terus berdatangan ingin melihatnya dan selanjutnya diserahkan kepada Mapolsek Teunom untuk di kembalikan ke asalnya.

Sementara Kapolres Aceh Jaya, AKBP Riza Yulianto menyebutkan, hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan adanya aksi pencurian anak sebagaimana yang dikabarkan di media sosial saat ini.

Pihaknya berharap kepada warga agar tidak menghakimi sendiri dengan tindakan anarkis, jika menemukan pihak-pihak yang mencurigai, namun serahkankan kepada pihak yang berwajib.

Disebutkan, pihaknya mengimbau bahwa berhati-hati dan waspada itu lebih baik, sehingga hal yang dikawatirkan itu tidak akan terjadi.

“Kita tegaskan bahwa aksi pencurian anak di Aceh Jaya itu tidak ada, sehingga kita tidak perlu mencurigai berlebihan, sebab kita kawatir akan terjadi korban terhadap orang yang tidak bersalah nantinya,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, sebab banyak orang yang berdagang masuk ke desa-desa baik itu penjual ikan dan dagangan lainnya, sehingga tidak perlu mencurigai yang berlebihan. Namun untuk kewaspadaan tetap harus ada, sehingga kedepan tidak ada yang dirugikan nantinya. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id