Forkab dan PeTA Hadang Fahcrur Razi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Forkab dan PeTA Hadang Fahcrur Razi

Foto Forkab dan PeTA Hadang Fahcrur Razi

* Sosialisasi Pemuda Se-Pantai Barat Selatan Batal

CALANG – Acara Sosialisasi Pemuda dan Mahasiswa Se-Pantai Barat Selatan Aceh yang dijadwalkan berlangsung Minggu (6/3), di lapangan bola kaki Keude Teunom, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, batal terlaksana.

Pasalnya, sekelompok orang yang mengklaim diri bergabung dalam Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) dan Pembela Tanah Air (PeTA), melakukan penghadangan terhadap anggota DPD RI, Fahcrur Razi, ke lokasi acara.

Penghadangan dilakukan di depan pintu masuk. Mereka juga membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Fahcrul Razi haram menginjakkan kaki ke bumi Teuku Umar’. Akibatnya, Fahcrur Razi terpaksa membatalkan kedatangannya dan langsung balik arah menuju Kota Banda Aceh.

Salah seorang dari kelompok tersebut, Munir, dalam orasinya mengatakan, penghadangan terhadap Fahcrur Razi dilakukan karena mereka tidak ingin dalam acara sosialisasi nanti dibahas soal isu pemekaran Alabas (Aceh Leuser Antara Barat dan Selatan). Mereka juga tidak ingin Fahcrur Razi memperalat masyarakat barat selatan.

“Kita melakukan penghadangan supaya tidak terjadi pembahasan menyangkut isu pemekaran Alabas dan tidak mau masyarakat pantai barat di peralat oleh anggota DPD RI tersebut,” kata Munir.

Dia menambahkan, pihaknya tidak melarang kegiatan sosialisasi pemuda dan mahasiswa yang dilaksanakan oleh para pemuda. Pihaknya juga siap mendukung dan membantu mensukseskan acara tersebut. Hanya saja mereka tidak bisa menerima kehadiran Fahcrur Razi, karena khawatir senator tersebut akan memperalat masyarakat.

“Dia (Fachrur Razi) juga tidak memberikan kontribusi apapun untuk masyarakat di wilayah pantai barat selatan, sejak terpilih,” pungkasnya.

Pantauan Serambi, akibat penghadangan itu, acara sosialisasi hanya diisi oleh Bang Joni dan Mando, yang tampil sendiri tanpa pembawa acara. Acara hiburan itu pun hanya berlangsung sebentar, karena begitu Bang Joni dan Mando selesai, warga mulai meninggalkan lokasi acara. Aparat kepolisian juga terlihat ikut berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Sementara itu, Koordinator Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pemuda dan Mahasiswa Pantai Barat-Selatan, Sudirman, yang dikonfirmasi Serambi, menyatakan sangat menyesalkan aksi penghadangan tersebut.

“Seharusnya mereka berkoordinasi dengan baik, sebab kita juga ikut berupaya agar Aceh ini jangan dipecah-belah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, dan kita disini tidak ada kepentingan politik, hanya menginginkan Aceh tetap damai dalam bingkai NKRI,” ujar Sudirman.

Pihaknya, mengaku sama sekali tidak bermaksud membuat aksi tandingan dalam hal penolakan pemekaran Alabas, namun hanya sebatas memberikan pemahaman dalam menjaga perdamaian Aceh terhadap mahasiswa dan pemuda.

“Daripada terjadi bentrokan, kita terpaksa tidak menghadirkan Fahcrur Razi yang sudah bersiap-siap ke lokasi acara,” demikian Sudirman.

Benar, memang terdapat belasan orang yang menolak saya hadir ke lokasi. Namun saya hargai itu hak mereka, dan tim saya memutuskan membatalkan hadir sebagai upaya untuk meredam agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Alhamdulillah acara berlangsung damai dan aman meskipun tanpa kehadiran saya. Lebih dari 500 massa yang hadir memenuhi tenda dan lapangan. Namun saya juga berterima kasih kepada panitia dan mahasiswa yang sudah mengundang saya.

Kepada masyarakat Teunom yang sempat kecewa karena saya dihadang, saya saya berikan pengertian. Sebab sesuai jadwal, pascakegiatan saya akan melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat dan ulama di Teunom dan mereka telah menyiapkan tempat. Tapi karena setelah saya sampaikan kepada masyarakat dan ulama saya batal hadir untuk mencegah agar tidak terjadi apa-apa, masyarakat dan ulama sangat mengerti keadaan saya.

Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak yang menghadang saya. Mereka saudara saya juga. Sama-sama Aceh dan sama-sama Indonesia. Untuk Apa kita perbesar masalah. Silakan saja berbeda pendapat, itu lumrah dalam demokrasi. Yang penting rakyat Aceh harus bersatu. Insya Allah saya yakin rakyat Aceh masih bersatu. (c45/yuh) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id