Permukaan Danau Laut Tawar Mulai Turun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Permukaan Danau Laut Tawar Mulai Turun

Permukaan Danau Laut Tawar Mulai Turun
Foto Permukaan Danau Laut Tawar Mulai Turun

TAKENGON – Permukaan Danau Laut Tawar di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai telah mengalami penyusutan dan penurunan. Hal itu, mengemuka dalam diskusi yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Ditjen Sumberdaya Air, Kemenetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bersama dengan para pemangku kepentingan di Aceh Tengah.

Diskusi tersebut, merupakan awal dari rencana studi revitalisasi Danau Laut Tawar yang akan dilakulan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Diskusi pendahuluan diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan di Oproom Setdakab Aceh Tengah, pada Rabu (15/3).

Danau yang berada di daerah berketinggian 1.230 meter dari permukaan laut (mdpl) ini, menghampar di Dataran Tinggi Gayo (DTG). Luas permukaan danau diperkirakan berkurang 5.742,10 hektare dengan panjang garis pantai 43,9 kilometer. Sedangkan sumber air Lut Tawar, berasal dari 42 daerah tangkapan air yang ada di seputaran danau.

Kini, keberadaan air di danau tersebut, sudah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2. Air danau yang mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan ini, akan dijadikan sebagai tenaga utama untuk mendorong turbin yang nantinya ditargetkan akan menghasilkan daya listrik sebesar 88 Mega Watt (MW).

Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Azriyan mengungkapkan kondisi Danau Laut Tawar telah mengalami penyusutan serta berbagai masalah lainnya sehingga memerlukan upaya revitalisasi. “Revitalisasi diperlukan agar Danau Lut Tawar berfungsi seperti sediakala dan tetap memberi manfaat untuk masa depan masyarat Aceh,” ujar Azriyan.

Menanggapi upaya studi tersebut, Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, menilai kegiatan itu, perlu dilakukan karena diakui ada penurunan fungsi Danau Lut Tawar dari sebelumnya. Apalagi, danau tersebut, berada di Kabupaten Aceh Tengah, namun dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat yang berada di sejumlah kabupaten pesisir Aceh.

“Jika fungsi danau terganggu yang merasakan dampaknya, bukan hanya masyarakat sekitar. Tapi lebih besar adalah masyarakat di pesisir atau di hilir, artinya untuk pengelolaan danau perlu kebersamaan dan dukungan pemerintah provinsi maupun pusat,” ujar Nasaruddin.(my) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id