Awasi Tender Proyek untuk Cegah Korupsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Awasi Tender Proyek untuk Cegah Korupsi

Awasi Tender Proyek untuk Cegah Korupsi
Foto Awasi Tender Proyek untuk Cegah Korupsi

Kemarin, Jumat (17/3), Pemerintah Aceh secara resmi sudah mengumumkan pelelangan 839 paket proyek APBA 2017 senilai Rp 1,7 triliun. Daftar proyek yang dilelang dapat dilihat di harian ini edisi Jumat 17 Maret 2017 halaman 2, 4, 5, 8, 12, 13, dan 15. Pemerintah Aceh mengatakan, pengumuman ini sebagai upaya mempercepat proses pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan 2017.

Pelelangan paket-paket proyek APBA 2017 yang tersebar di 23 kabupaten/kota itu dilakukan secara elektronik (e-procurement).

Rincian nama-nama paket kegiatan yang dilelang dapat juga diakses melalui situs web://lpse.acehprov.go.id. Sedangkan pendaftaran dan download dokumen sudah dapat dilakukan mulai Jumat (17/3).

“Percepatan dalam pelaksanaan proyek APBA 2017 itu perlu dilakukan supaya roda ekonomi rakyat berputar, dan uang bisa banyak beredar dalam masyarakat, sebab ekonomi Aceh masih sangat bergantung kepada APBA,” kata seorang juru bicara Pemerintah Aceh.

Makanya, proses pelelangan proyek ini diharapkan berjalan lancar sesuai ketentuan. Dan, guna mengefektifkan dan mengefisienkan waktu, Pemerintah Aceh juga sudah menjadwalkan pelaksanaan penandatanganan kontrak kolektif pada tanggal, 2 Mei 2017, untuk paket-paket proyek yang sudah ada pemenangnya.

Pemerintah Aceh menjamin terwujudnya good governance and clean government dalam proses pelelangan ini. “Pemerintah Aceh menginginkan proses pelelangan berlangsung bersih, profesional, dan transparan, sehingga menghasilkan rekanan kerja yang tepat dan berkualitas.”

Ya, kita juga berharap demikian. Namun, untuk mencapai harapan itu pastilah membutuhkan pengawasan yang ekstra ketat. Sebab, berkaitan dengan dana anggaran pembangunan, berdasarkan pengalaman selama ini, praktik korupsi terjadi biasanya pada tahap pengerjaan proyek-proyek, seperti kongkalikong saat penetapan pemenang tender, pengadaan barang dan jasa tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga proyek-proyek fiktif.

Tak bisa dibantah bahwa proses penyusunan rancangan APBA kali ini hingga penetapannya sangat panjang. Penyusunan anggaran dimulai dari pengumpulan kebutuhan melalui musyawarah dari tingkat terendah, dilanjutkan dengan penetapan plafon anggaran, hingga penetapan dalam APBA. Pada tahapan-tahapan itu pihak eksekutif dan legislatif selalu berkoordinasi, khususnya dalam penetapan plafon anggaran.

Di sisi lain, harus disadari pula, koruptor memilih bermain di saat penyusunan anggaran, karena praktik seperti itu sangat tersamar dan halus. Makanya, tidak mudah menguliti satu per satu mata anggaran dalam APBA 2017. Apalagi bila anggaran selundupan atau “penumpang gelap” tersebar di banyak mata anggaran.

Namun, itulah yang harus dilakukan guna menelusuri mana anggaran selundupan dan mana yang tidak. Sikap masyarakat dalam penerimaan proyek nantinya akan dapat membuktikan bahwa proyek itu aspiratif atau selundupan. (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id