Korban Teplok Masih Dirawat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Teplok Masih Dirawat

Korban Teplok Masih Dirawat
Foto Korban Teplok Masih Dirawat

SIGLI – Seorang bocah yang terbakar oleh lampu teplok (berbahan bakar minyak tanah), hingga Rabu (15/3) masih dirawat di ICU Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro, Sigli. Korban bernama Ratna Sari (9) anak keluarga miskin asal Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse.

Bocah yang masih duduk di kelas III SD in, menderita luka bakar di wajah dan sekujur tubuhnya akibat tersambar api dari lampu teplok yang diduga mengandung bensin, di rumahnya kawasan Lhok Keutapang, Minggu (12/3) malam.

Anak pertama pasangan Marlita dan Abdullah itu sudah tiga hari dirawat di rumah sakit tersebut, dengan kondisi tubuh masih sangat lemah, sehingga belum bisa diajak bicara. Hanya bola matanya menatap sendu setiap tamu yang menjenguknya. “Ratna ingin cepat keluar dari rumah sakit karena rindu kembali ke sekolah,” kata Marlita, ibu korban.

Menurut Marlita, peristiwa nahas itu berawal saat ia menyiapkan lampu teplok saat menjelang magrib di rumahnya yang belum memiliki jaringan listrik. Lampu teplok itu terbuat dari botol kaca yang dipasangi sumbu sebagai alat penerang.

Saat ia mengisi minyak tanah ke dalam botol lampu teplok, ternyata api masih menyala pada sumbu lampu tersebut, sehingga menyambar minyak tanah yang sedang diisikannya ke dalam botol kaca itu. Dalam sekejap api pun langsung menyambar rambut, wajah hingga tubuh Ratna Sari yang sedang duduk di dekat lampu teplok. Menyaksikan buah hatinya terbakar, ia pun dengan cepat mengambil kain basah untuk memadamkan api yang membakar tubuh anaknya.

“Sudah delapan tahun kami menggunakan lampu teplok karena tak mampu membiayai pemasangan jaringan listrik ke rumah ini. Namun musibah seperti ini baru kali ini terjadi,” kata Marlita.

Rumah yang ia tempati ini merupakan rumah saudaranya, karena keluarga yang hidup dari pendapatan sebagai buruh tani itu belum memiliki rumah. “Kami belum memiliki rumah, dan berharap bisa mendapatkan bantuan rumah yang layak untuk dihuni. Sehingga kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pidie, Ainal Mardiyah, menyarankan petugas TKSK setempat segera mengajukan permohonan kepada Dinsos Pidie untuk kemudian diteruskan ke Baitul Mal guna penyaluran bantuan kepada korban dan keluarganya.

Mengenai bantuan rumah duafa, kata Ainal, pihaknya juga akan menurunkan tim melakukan verifikasi. Sehingga keluarga Marlita bisa mendapatkan rumah duafa yang diprogramkan pemerintah.

Secara terpisah, Kepala Baitul Mal Pidie, Adnan Saidan, yang dihubungi Serambi, menjelaskan pihaknya baru bisa mencairkan dana bantuan pada akhir bulan April tahun ini. “Karena saat ini Baitul Mal sedang melakukan verifikasi terhadap sejumlah permohonan yang telah masuk,” katanya.(naz) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id