Nazeli Safitri, Dara Aceh di Mabes Polri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nazeli Safitri, Dara Aceh di Mabes Polri

Foto Nazeli Safitri, Dara Aceh di Mabes Polri

KESABARAN berbuah manis. Ini menjadi kata yang tepat untuk dara Aceh, Nazeli Safitri yang mendapatkan kepercayaan bertugas di Korlantas Markas Besar (Mabes) Polri Jakarta. Ia akan bertugas sebagai presenter National Traffic Management Center (NTMC) Polri yang selalu menyiarkan berita seputar lalu lintas melalui stasiun televisi swasta.

Ditemui Serambi di kediaman orang tuanya di kawasan Neusu Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/3), Jely, sapaan akrabnya menuturkan baru dua hari lalu sampai di Banda Aceh setelah menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Brigadir Polisi Wanita (Polwan) angkatan ke-44, di Ciputat, Jakarta selama tujuh bulan.

Selama menempuh pendidikan tersebut, dara kelahiran Banda Aceh, 14 Juni 1996 ini mengungkapkan tidak pernah sekalipun bertemu dengan kedua orang tuanya. “Kalo kangen ya baca yasin aja. Teman-teman lain waktu cuti pendidikan, ada yang pulang dan ada juga orang tuanya yang datang. Kalo Jely sama sekali gak ketemu orang tua karena liburnya hanya lima hari, takutnya nanti juga lemah waktu ketemu orang tua,” tutur anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan Zulkifli dan Rosdiana ini.

Dua minggu pertama menjalani masa pendidikan, diakui Jely, ia dan teman-teman lainnya sering menangis karena teringat orang tua. “Lagi shalat nangis, dan kalo sudah jenuh Jely berpikir orang di luar sana susah payah ikut tes untuk bisa lulus menjadi polwan. Kita yang sedang pendidikan dan sedikit lagi sah menjadi polwan mau mundur. Ya, setelah itu semangat lagi supaya bisa membanggakan orang tua,” kata Jely yang meraih peringkat ke-12 saat masuk mengikuti pendidikan di Jakarta.

Masa-masa berat saat pendidikan, dilalui gadis manis ini dengan tekad apabila ingin meraih kesuksesan harus bersungguh-sungguh, tidak boleh setengah-tengah karena apabila setengah-tengah maka hasilnya akan setengah-tengah juga. “Dua bulan pertama selalu pakek ransel dan gendong senjata kemana-mana, masing-masing beratnya itu lima kilogram, dan helm satu kiloan. Alhamdulillah selama pendidikan gak sakit, karena doa orang tua juga. Padahal kalo di sini manja sering sakit,” ujarnya seraya tersenyum memperlihatkan sederet giginya yang tersusun rapi.

Jely juga menuturkan sama sekali tidak membayangkan akan bertugas di Mabes Polri sebagai awal karirnya di dunia kepolisian. Ketika itu, ia diperintahkan untuk mengikuti seleksi NTMC yang diikuti 25 siswa polwan seluruh Indonesia. “Diperintah untuk ikut tes, ya udah langsung ikut. Saat itu yang dites vokal, nyiar, nyanyi, dan wawancara. Setelah itu gak ada pengumuman apapun, saat pelantikan pendidikan 29 Februari lalu diumumkan yang bertugas di Korlantas ada dua orang, dari Polda Metro Jaya dan Jely dari Aceh,” sambungnya yang saat diumumkan merasa bahagia sekaligus kaget.

“Inginnya bertugas di sini (Aceh-red), tapi waktu ditugaskan di Korlantas mau gimana karena sudah ditempatkan di situ. Kita harus siap, dulu juga ada tandatangan harus siap ditempatkan di mana saja. Ayah saat pertama tahu agak sedih karena sebelumnya sudah gak jumpa selama tujuh bulan. Tapi setelah mendapatkan ucapan selamat dari para orang tua teman-teman, sekarang ayah sudah mendukung sekali,” kata Jely yang juga memiliki seorang saudara laki-laki yang bertugas sebagai TNI.

Meskipun bukan berasal dari orang tua yang berprofesi di Kepolisian, sejak menempuh pendidikan di SMKN 1 Lhoong Raya, Banda Aceh ia bercita-cita menjadi seorang polwan. Saat dibuka penerimaan polwan 2015, ia coba untuk mengikutinya sambil menyelesaikan pendidikan D-1 di LP3I Banda Aceh. Jely yang mahir berbahasa Inggris ini juga pernah menorehkan sejumlah prestasi, yaitu peringkat 1 nilai tertinggi SMK se-Aceh 2014, pemain basket terbaik putri se-Aceh 2013, juara turnamen basket se-Aceh 2012-2014, juara 1 lomba kejuruan siswa tingkat SMK se-Aceh, dan juara 9 lomba kejuruan siswa tingkat nasional di Palembang.

“Ini sekarang lagi cuti 12 hari. Insya Allah Sabtu, 12 Maret nanti kembali ke Jakarta dan mulai bertugas Senin, 14 Maret di Mabes Polri,” tutup gadis peramah dan banyak senyum ini. (mawaddatul husna) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id